comscore

NYT: AS Tutupi Serangan Udara yang Tewaskan 70 Warga Suriah

Willy Haryono - 15 November 2021 08:31 WIB
NYT: AS Tutupi Serangan Udara yang Tewaskan 70 Warga Suriah
Pesawat jet tempur F-15 buatan Amerika Serikat. (AFP)
New York: Militer Amerika Serikat menutup-nutupi sebuah serangan udara yang menewaskan puluhan perempuan dan anak-anak di kota Baghuz, Suriah, pada 2019, lapor media New York Times (NYT) pada akhir pekan kemarin.

Dalam laporan NYT, sebuah pesawat jet tempur F-15E dari Angkatan Udara AS menjatuhkan sebuah bom di tengah kerumunan dekat tepi sungai Suriah pada 18 Maret 2019. Saat sekelompok orang yang masih selamat berusaha melarikan diri, jet yang sama menjatuhkan bom susulan, menewaskan sebagian besar dari mereka.
Seorang analis dari Pusat Operasi Udara Gabungan di Pangkalan Udara al-Udeid, lanjut NYT, sempat menuliskan pesan di sebuah sistem komunikasi: "Kita baru saja menggempur 50 perempuan dan anak-anak," tulisnya.

Sebuah pemeriksaan awal dari serangan udara itu menunjukkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 70.

"Serangan Baghuz merupakan salah satu insiden warga sipil terbesar dalam perang melawan ISIS, tapi tidak pernah diakui secara terbuka oleh militer AS," lapor NYT, seperti dilansir oleh Al Arabiya, Minggu, 14 November 2021.

Baca:  22 Orang Tewas dalam Serangan Udara AS di Suriah

Masih dari laporan NYT, disebutkan bahwa seorang pejabat AS menandai serangan tersebut sebagai insiden yang berpotensi masuk kategori kejahatan perang dan perlu diinvestigasi. Namun di hampir tiap tahapan, sebut NYT, militer AS mengambil berbagai langkah untuk menutupinya.

"Angka korban tewas dikurangi. Laporannya juga ditunda dan kemudian dimasukkan dalam kategori rahasia negara. Koalisi AS membuldoser lokasi kejadian, dan jajaran petinggi juga tidak diinformasikan," sebut NYT.

"Kepemimpinan (AS) sepertinya berniat mengubur semau ini. Tidak ada yang mau terlibat dengan hal tersebut," tutur Gene Tate, seorang evaluator yang bekerja untuk kantor inspektur jenderal.

Investigasi NYT menyebutkan bahwa pengeboman tersebut diserukan oleh unit operasi khusus AS, Task Force 9, yang bertanggung jawab atas operasi darat di Suriah.

"Gugus tugas ini beroperasi secara rahasia kala itu, dan bahkan tidak menginformasikan mitra-mitra militer mereka sendiri," lapor NYT.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id