Lobi Umrah, Menlu Retno Sampaikan Data Terkini Covid-19 ke Arab Saudi

    Willy Haryono - 22 September 2021 10:21 WIB
    Lobi Umrah, Menlu Retno Sampaikan Data Terkini Covid-19 ke Arab Saudi
    Menlu Retno Marsudi (kiri) dalam pertemuan bersama Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud di New York, AS, 21 September 2021. (Kemenlu RI)



    New York: Calon jemaah umrah asal Indonesia hingga saat ini belum bisa berangkat ke Arab Saudi karena terbentur beberapa syarat, termasuk sertifikat vaksin dua dosis dan dosis ketiga atau booster. Masalah lain yang menghambat adalah Quick Response Code (QR code) sertifikat vaksin Covid-19 Indonesia belum bisa dibaca sistem Arab Saudi.

    Baca: QR Code Sertifikat Vaksin Indonesia Belum Terbaca di Arab Saudi

     



    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mencoba melobi masalah umrah ini saat bertemu Menlu Arab Saudi di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-76 di New York, Amerika Serikat.

    "Saya menyampaikan data situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah sangat menurun, dan mengharapkan kiranya data-data tersebut dapat digunakan oleh otoritas Arab Saudi dalam meninjau kembali kebijakan terkait vaksin, umrah, dan lain-lain," tutur Menlu Retno.

    Mengenai vaksin Covid-19 sebagai syarat Umrah, Arab Saudi masih mengkaji seputar merek Sinovac dan Sinopharm yang banyak digunakan di Indonesia. Pemerintah Indonesia sebelumnya menegaskan bahwa kedua vaksin tersebut sudah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Kajian seputar vaksin ini erat kaitannya dengan kekhawatiran seputar diskriminasi vaksin, anggapan bahwa merek tertentu lebih baik dari merek lainnya.

    "Pada saat berbicara mengenai vaksin, kembali saya tekankan mengenai pentingnya EUL WHO untuk dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan," ungkap Menlu Retno, merujuk pada Emergency Use of Listing atau pemberian izin sementara terkait penggunaan vaksin.

    Sebelumnya, Kementerian Agama mendorong calon jemaah umrah Indonesia segera mengikuti program vaksinasi Covid-19 karena merupakan syarat mutlak pergi dari Arab Saudi.

    "Masih banyak calon jemaah kita yang sampai hari ini masih belum vaksin. Padahal syarat mutlak orang akan melakukan kerumunan atau berkunjung ke satu negara, syarat mutlaknya sudah harus terpenuhi," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi di Jakarta.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id