comscore

Senator Brasil Dukung Tuntutan Pidana Terhadap Presiden Jair Bolsonaro

Medcom - 27 Oktober 2021 17:09 WIB
Senator Brasil Dukung Tuntutan Pidana Terhadap Presiden Jair Bolsonaro
Presiden Brasil Jair Bolsonaro digugat lakukan kejahatan atas kemanusiaan. Foto: AFP
Brasilia: Komisi Senat Brasil disebut menyetujui laporan memberatkan yang merekomendasikan pengajuan tuntutan pidana terhadap Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Tuntutan itu termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kebijakan covid-19.

Dilansir dari AFP, Rabu, 27 Oktober 2021, terdapat tujuh dari 11 senator panel memberikan suara untuk mendukung tuntutan yang disajikan minggu lalu. Hal itu dikeluarkan setelah penyelidikan enam bulan tanggapan pandemi oleh Pemerintah Brasil. 
Selain itu, penyelidikan menyerukan dakwaan terhadap 77 orang lainnya, termasuk beberapa menteri dan tiga anak Bolsonaro. Melalui laporan setebal 1.200 halaman, Mahkamah Agung Brasil juga didesak untuk menangguhkan akses Bolsonaro ke sejumlah akun media sosialnya.

Akun media sosial tersebut diantaranya, YouTube, Twitter, Facebook, dan Instagram, yang secara keliru menuduh, vaksin covid-19 berkaitan dengan penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Setelah puluhan audiensi memanas, laporan tersebut menemukan Bolsonaro dengan ‘sengaja mengekspos’ warga Brasil atas ‘infeksi massal’ guna mencapai kekebalan kelompok dari covid-19.

Laporan tersebut pun menyerukan, pemimpin sayap kanan ini didakwa atas sembilan kejahatan terkait dengan meremehkan pandemi covid-19 dan melanggar saran ahli untuk mengatasinya. “Dakwaan itu termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan, pencekalan, penipuan, dan hasutan untuk kejahatan,” sebut laporan itu, seperti dikutip AFP, Rabu 27 Oktober 2021.

Komite disebut tidak memiliki kekuatan untuk mengajukan tuntutan tersebut sendiri. Jaksa agung atau majelis rendah diketahui merupakan sekutu Bolsonaro, mereka akan membuka proses pidana atau pemakzulan.

Namun, laporan tersebut menambah buruk terhadap Bolsonaro yang berada pada peringkat dukungan terendahnya, menuju pemilihan dalam waktu satu tahun. Dimana jajak pendapat menempatkannya di jalur kekalahan dari Mantan Presiden Brasil sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva.

Terdapat pula dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan secara teoritis yang berpotensi untuk diadili di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda. Setelah pemungutan suara, para senator mengheningkan cipta selama satu menit sebagai penghormatan kepada 606 ribu warga Brasil yang telah meninggal karena covid-19.

“Kami tidak bisa lagi mentolerir perilaku seperti ini,” kata anggota parlemen dalam pengajuan pengadilan yang sebelumnya ditandatangani oleh wakil ketua panel, Senator Oposisi Randolfe Rodrigues.

Sidang komite yang disiarkan langsung tersebut diketahui menampilkan pernyataan saksi emosional dan pengungkapan mengerikan tentang penggunaan obat yang tidak efektif pada ‘kelinci percobaan manusia”.

Pengajuan pengadilan para senator meminta, pihak berwenang untuk mencabut kerahasiaan data di akun media sosial Bolsonaro. Ditambah, memerintahkan Facebook dan Twitter, serta pemilik YouTube serta Google untuk memberikan informasi yang bersifat rahasia terkait penggunaan media sosial presiden.

Selain itu, dokumen tersebut juga meminta, pengadilan tinggi untuk memerintahkan Bolsonaro melakukan pencabutan dalam pidato yang disiarkan secara nasional, “menolak korelasi apa pun antara vaksinasi terhadap virus korona dan mengembangkan AIDS,” atau menghadapi denda lebih dari 127 juta rupiah setiap harinya.

Dalam pidato langsung media sosial mingguannya, pemimpin berusia 66 tahun ini disebut membuat klaim kontroversial pada hari Kamis lalu dengan mengatakan, “laporan resmi dari pemerintah Inggris menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi penuh terhadap covid-19 mengembangkan AIDS jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.”

Kini, Facebook diketahui telah menghapus video tersebut. Unggahan Bolsonaro dinilai melanggar kebijakan dengan menyebarkan informasi yang salah. YouTube pun melangkah lebih jauh pada hari Senin, dengan menangguhkan Bolsonaro selama seminggu dan selain memblokir klip tersebut. (Nadia Ayu Soraya)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id