Populer Internasional: Sanksi AS untuk Tigray Hingga PM Haiti Pecat Menteri

    Willy Haryono - 19 September 2021 09:33 WIB
    Populer Internasional: Sanksi AS untuk Tigray Hingga PM Haiti Pecat Menteri
    Banyak warga Tigray, Ethiopia, menjadi pengungsi dalam menghindari konflik berdarah di kampung halaman mereka. (AFP)



    Washington: Amerika Serikat mengancam menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada pihak mana pun yang terbukti memperpanjang atau memperparah konflik berdarah di wilayah Tigray, Ethiopia. Ancaman tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Minggu ini, 19 September 2021.

    Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas temperatur global serta langkah terbaru Perdana Menteri Haiti Ariel Henry yang dilanda tuduhan keterlibatan dalam kasus pembunuhan.

     



    Berikut selengkapnya:

    1. AS Ancam Jatuhkan Tambahan Sanksi atas Konflik Tigray

    Sebuah perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Joe Biden pada Jumat, 17 September 2021, memungkinkan Kementerian Keuangan AS untuk menjatuhkan sanksi kepada jajaran pemimpin dan tokoh terkait konflik Tigray.
     
    "Perintah eksekutif yang saya tandatangani hari ini menetapkan serangkaian sanksi terbaru yang dapat dijatuhkan kepada merea yang bertanggung jawab dalam memperpanjang konflik di Ethiopia, menghalangi akses kemanusiaan, atau mencegah gencatan senjata," tegas Biden.

    Ia menekankan sanksi ini bisa saja dijatuhkan ke pejabat pemerintah Ethiopia, anggota Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), atau pemerintah daerah Amhara.

    Apa sebenarnya yang terjadi dalam konflik Tigray? Cek selengkapnya di sini.

    2. PBB Peringatkan Temperatur Global Dapat Naik Sebesar 2,7 Derajat Celcius

    Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia sedang berada dalam "jalur bencana" terkait kenaikan temperatur global, yang disebutnya dapat melintasi batasan yang telah ditentukan sebelumnya.

    Guterres khawatir temperatur global akan terus meningkat hingga sebesar 2,7 derajat Celcius, melampaui batasan yang dinegosiasikan dalam Perjanjian Iklim Paris 2015 di angka 1,5 derajat Celcius.

    "Kita sudah sangat kehabisan waktu," tegas Guterres.

    Apa alasan yang mendasari Guterres dalam menyampaikan peringatan tersebut? Cek selengkapnya di sini.

    3. PM Haiti Depak Menteri Hukum Usai Pecat Jaksa Terkait Pembunuhan Presiden

    PM Henry telah mendepak Menteri Hukum Haiti Rockfeller Vincent dan menggantikannya dengan Liszt Quitel yang saat ini menjabat Menteri Dalam Negeri. Penggantian posisi menteri ini dilakukan hanya beberapa hari usai Henry memecat seorang jaksa penuntut umum, yang menuduh sang PM terlibat dalam pembunuhan presiden Jovenel Moise.
     
    Krisis politik di Haiti juga meliputi pengunduran diri Sekretaris Jenderal Dewan Menteri Renald Luberice.

    Sebelumnya, jaksa Haiti bernama Bed-Ford Claude telah meminta hakim untuk mendakwa Henry atas pembunuhan, konspirasi melawan negara, dan perampokan bersenjata. Ia juga meminta agar PM Henry tidak dibolehkan untuk pergi ke luar negeri untuk sementara waktu.

    Apa lagi sikap yang diperlihatkan PM Henry dalam menghadapi tuduhan kasus pembunuhan ini? Cek selengkapnya di sini.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id