Penjaga Perdamaian Rusia Dikerahkan ke Nagorno-Karabakh

    Willy Haryono - 11 November 2020 10:22 WIB
    Penjaga Perdamaian Rusia Dikerahkan ke Nagorno-Karabakh
    Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan bersama jajaran Kementerian Pertahanan Rusia di Sochi pada 10 November 2020. (Alexey NIKOLSKY/Sputnik/AFP)
    Nagorno-Karabakh: Pasukan penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah sengketa Nagorno-Karabakh pada Selasa, 10 November. Pengerahan dilakukan usai Azerbaijan dan Armenia menyepakati gencatan senjata.

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, dan dirinya telah menandatangani sebuah perjanjian pada Senin kemarin.

    Perjanjian itu menyatakan "penghentian total semua tembakan dan segala bentuk aksi bermusuhan" di wilayah Nagorno-Karabakh.

    Putin menegaskan, Azerbaijan dan Armenia kini sudah sepakat untuk berhenti melakukan tindakan apapun terkait konflik di Nagorno-Karabakh.

    Dilansir dari laman Xinhua pada Rabu, 11 November 2020, Kementerian Pertahanan Rusia telah mengerahkan 1.960 personel penjaga perdamaian ke Nagorno Karabakh.

    "Penjaga perdamaian yang dikerahkan terdiri dari 1.960 personel militer, 90 kendaraan lapis baja, 380 kendaraan dan peralatan-peralatan khusus," ujar Kemenhan Rusia.

    Baca:  Azerbaijan Tak Sengaja Tembak Jatuh Helikopter Rusia

    Menurut keterangan lanjutan dari Putin, Azerbaijan dan Armenia kini akan bertukar tahanan dan juga korban tewas dalam konflik di Nagorno-Karabakh. Tidak hanya itu, semua akses transportasi serta kegiatan perekonomian menuju Nagorno-Karabakh akan kembali dibuka.

    Orang telantar di dalam negeri (IDP) dan pengungsi akan diizinkan kembali ke Nagorno-Karabakh dan area di sekitarnya di bawah perlindungan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsian.

    "Kami menilai perjanjian ini akan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk jangka panjang. Perjanjian ini juga menetapkan format penuh dari penyelesaian krisis di sekitar Nagorno-Karabakh demi kepentingan masyarakat Armenia dan Azerbaijan," ungkap Putin.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id