Modi Bertekad Salurkan Vaksin Covid-19 India ke Seluruh Dunia

    Willy Haryono - 27 September 2020 13:04 WIB
    Modi Bertekad Salurkan Vaksin Covid-19 India ke Seluruh Dunia
    Video pidato PM India Narendra Modi ditampilkan di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB di New York, AS, 26 September 2020. (AFP)
    New Delhi: Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahw kapasitas produksi serta distribusi vaksin virus korona (covid-19) yang dikembangkan negaranya akan tersedia bagi semua orang di berbagai penjuru dunia. Tekad PM Modi disampaikan dalam pidato virtual di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.

    "Sebagai negara produsen vaksin terbesar di dunia, saya ingin memberikan satu lagi jaminan bagi komunitas global hari ini," kata PM Modi dalam pidato yang sudah direkam sebelumnya di Sidang Majelis Umum PBB.

    "Kapasitas produksi dan distribusi vaksin India akan digunakan untuk menolong semua umat manusia," sambungnya, dilansir dari laman Al Jazeera, Minggu 27 September 2020.

    Tekad PM Modi disampaikan walau India tengah kewalahan menangani penyebaran covid-19, yang sudah menginfeksi sekitar 5,9 juta orang di negara tersebut. Angka kematian akibat covid-19 di India juga telah melampaui 93 ribu, yang merupakan tertinggi ketiga di dunia.

    PM Modi mengatakan, sejumlah vaksin covid-19 di India sudah bergerak menuju uji klinis fase ketiga. Jika fase ketiga ini terlewati dengan baik, maka vaksin akan dianggap sudah aman untuk digunakan masyarakat umum.

    Tidak hanya soal produksi dan distribusi, India juga bertekad membantu negara-negara dunia dalam hal penyimpanan vaksin yang membutuhkan tempat khusus bertemperatur rendah. Tanpa adanya wadah dengan suhu yang tepat, vaksin covid-19 akan menjadi tidak berguna.

    Agustus lalu, PM Modi mengatakan bahwa India siap memproduksi massal vaksin covid-19 jika jajaran ilmuwan di negaranya sudah memberikan lampu hijau.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terus mendorong ketersediaan "vaksin rakyat" yang tersedia dan terjangkau bagi warga dari semua negara. Ia khawatir saat menerima laporan adanya beberapa negara yang secara eksklusif hanya ingin menghadirkan vaksin untuk warga mereka sendiri.

    Jumat kemarin, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menekankan, bahwa "siapapun yang pertama kali menemukan vaksin (covid-19), maka mereka harus membaginya" dengan komunitas global.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id