AS Berduka ketika 500.000 Nyawa Melayang karena Covid-19

    Willy Haryono - 23 Februari 2021 06:37 WIB
    AS Berduka ketika 500.000 Nyawa Melayang karena Covid-19
    Presiden AS Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden peringati korban covid-19 yang menewaskan lebih dari 500 ribu. Foto: AFP
    Washington: Amerika Serikat (AS) pada Senin 22 Februari melewati tonggak yang mengejutkan dari 500.000 kematian covid-19 hanya lebih dari setahun setelah pandemi virus korona mengklaim korban pertama. Negeri Paman Sam pun berduka.

    AS telah mencatat lebih dari 28 juta kasus covid-19 dan 500.054 nyawa hilang pada Senin sore. Namun demikian kasus harian dan rawat inap telah turun ke level terendah sejak sebelum Thanksgiving dan liburan Natal.

    Sekitar 19 persen dari total kematian covid-19 global dicatat di AS, angka yang terlalu besar mengingat negara itu hanya menyumbang 4 persen dari populasi dunia. AS juga memiliki salah satu tingkat kematian tertinggi per 100.000 penduduk, hanya dilampaui oleh beberapa negara seperti Belgia, Inggris dan Italia.

    Baca: AS Dekati Angka 500.000 Kematian Akibat Covid-19.

    Dengan total kematian di atas 500.000, satu dari setiap 673 penduduk AS meninggal karena pandemi.

    "Angka-angka ini sangat mencengangkan,” kata Dr Anthony Fauci, penasihat penyakit menular Presiden Joe Biden kepada program Good Morning America dari ABC News, yang dikutip AFP, Selasa 23 Februari 2021.

    "Jika Anda melihat ke belakang secara historis, kami telah melakukan lebih buruk daripada hampir semua negara lain, dan kami adalah negara yang sangat maju dan kaya,” tegasnya.

    Kinerja buruk negara itu mencerminkan kurangnya respons nasional yang bersatu tahun lalu, ketika pemerintahan mantan presiden Donald Trump sebagian besar menyerahkan negara bagian pada perangkat mereka sendiri dalam menangani krisis kesehatan masyarakat terbesar dalam satu abad. Selain itu Trump sering berkonflik dengan ahli kesehatannya sendiri.

    Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris memperingati hilangnya nyawa yang sangat besar karena pandemi covid-19 pada Senin malam selama acara di Gedung Putih yang akan mencakup pidato presiden, momen hening dan upacara penyalaan lilin.

    “Presiden Biden juga akan meminta agar bendera AS di properti federal diturunkan menjadi setengah siang selama lima hari,” ujar Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id