comscore

Pentagon: Rusia Kini Memiliki Kapabilitas Penuh untuk Menginvasi Ukraina

Willy Haryono - 29 Januari 2022 08:27 WIB
Pentagon: Rusia Kini Memiliki Kapabilitas Penuh untuk Menginvasi Ukraina
Menhan AS Lloyd Austin berbicara seputar isu Ukraina di Pentagon, Arlington, Virginia, 28 Januari 2022. (ALEX WONG / Getty / AFP)
Arlington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan bahwa penumpukan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina telah mencapai titik di mana Presiden Vladimir Putin kini memiliki kapabilitas untuk melancarkan berbagai opsi militer, termasuk invasi berskala penuh.

"Walau kami yakin Presiden Putin belum membuat keputusan final terkait Ukraina, yang jelas kini ia sudah memiliki kapabilitasnya," kata Austin dalam sebuah konferensi pers di Pentagon, dikutip dari East Bay Times, Jumat, 28 Januari 2022.

 



Di Moskow, Vladimir Putin telah menginformasikan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa kubu Barat telah gagal mempertimbangkan kekhawatiran keamanan Moskow. Dalam sebuah wawancara di radio, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan negaranya tidak menginginkan perang, namun sejauh ini tidak melihat adanya ruang untuk mencapai kompromi dengan Barat.

Austin mengatakan Putin dapat menggunakan personel militernya, yang diestimasi melampaui 100 ribu, untuk merebut beberapa kota perbatasan di Ukraina. Selain itu, Rusia juga disebut Pentagon dapat melakukan beberapa tindakan politik provokatif, semisal mengakui beberapa wilayah Ukraina sebagai bagian dari Negeri Beruang Merah.

Kepada Putin, Austin menyerukan langkah-langkah penurunan ketegangan, dan  memperingatkannya untuk berhenti mendeskripsikan Ukraina sebagai agresor dengan tujuan membenarkan aksi melancarkan serangan.

"Kami masih fokus terhadap disinformasi Rusia, termasuk potensi membuat alasan untuk melancarkan invasi atau serangan terhadap wilayah Donbas," tutur Austin. "Ini merupakan gaya khas Rusia. Mereka tidak bisa membodohi kami," sambungnya.

Baca:  Ajukan Diri Jadi Mediator, Erdogan Undang Putin ke Turki

Pernyataan disampaikan Austin di samping Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS. Ini merupakan kali pertamanya Austin dan Milley duduk bersama dalam melontarkan pernyataan publik terkait isu Ukraina.

AS telah menyiagakan 8.500 prajurit untuk mendukung dan meyakinkan mitra-mitra NATO, jika suatu saat Rusia menginvasi Ukraina. Austin dan Milley menekankan bahwa pasukan tersebut belum akan dikerahkan ke sekitar wilayah Eropa. Namun belakangan, Presiden AS Joe Biden telah memberikan sinyal untuk memerintahkan pergerakan.

"Saya akan menggerakkan pasukan AS ke Eropa timur dan negara-negara NATO dalam waktu dekat. Tidak banyak jumlahnya," kata Biden saat kembali ke Wasington dari Pennsylvania.

Austin dan Milley mengatakan bahwa AS telah mempertimbangkan risiko meningkatnya ketegangan jika pasukan Negeri Paman Sam digerakkan. Namun keduanya juga menekankan pentingnya bagi AS untuk meyakinkan mitra-mitra mereka di NATO.

Milley mengatakan penumpukan pasukan Rusia saat ini merupakan yang terbesar sejauh yang ia ingat selama ini. Ia pun meminta Putin untuk lebih memiliki langkah diplomatik ketimbang konflik.

"Jika Rusia memilih menginvasi Ukraina, tentu akan ada harga yang harus dibayar, dalam hal korban jiwa atau efek-efek signifikan lainnya," tutur Milley.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id