WHO Tepis Virus Korona Menempel di Kemasan Makanan

    Fajar Nugraha - 14 Agustus 2020 06:21 WIB
    WHO Tepis Virus Korona Menempel di Kemasan Makanan
    WHO sebut kemasan makanan tidak menularkan covid-19. Foto: AFP
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis 13 Agustus meremehkan bahaya virus korona yang menempel pada makanan kemasan. WHO meminta orang-orang untuk tidak takut virus memasuki rantai makanan.

    Baca: Tiongkok Temukan Ayam Impor dari Brasil Terinfeksi Virus Korona.

    Sebanyak dua kota di Tiongkok mengatakan, mereka telah menemukan jejak virus korona dalam makanan beku impor dan kemasan makanan. Temuan itu meningkatkan kekhawatiran bahwa pengiriman makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan wabah baru.

    "Orang tidak boleh takut akan makanan, atau pengemasan makanan atau pemrosesan atau pengiriman makanan," kata kepala program darurat WHO Mike Ryan di Jenewa, seperti dikutip AFP, Jumat 14 Agustus 2020.

    "Tidak ada bukti bahwa makanan atau rantai makanan ikut serta dalam penularan virus ini. Dan orang harus merasa nyaman dan aman,” jelasnya.

    Sementara ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan, “Tiongkok telah menguji ratusan ribu paket dan menemukan sangat, sangat sedikit, kurang dari 10 yang terbukti positif terkena virus”.

    WHO mendesak negara-negara yang sekarang melakukan kesepakatan bilateral untuk vaksin agar tidak meninggalkan upaya multilateral, karena kantung vaksinasi masih akan membuat dunia rentan.

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pada Selasa bahwa Rusia telah menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin covid-19. Ini dilakukan Rusia setelah kurang dari dua bulan pengujian pada manusia, langkah yang disamakan Moskow dengan keberhasilannya dalam perlombaan ruang angkasa era Perang Dingin.

    Keputusan Moskow untuk memberikan persetujuan sebelum rampungnya uji klinis fase tiga telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ahli. Hanya sekitar 10 persen uji klinis yang berhasil dan beberapa ilmuwan khawatir Moskow mungkin menempatkan prestise nasional di atas keselamatan.

    Penasihat senior WHO Bruce Aylward mengatakan pihaknya  tidak memiliki cukup informasi untuk membuat penilaian tentang perluasan penggunaan vaksin Rusia.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id