Telepon Presiden Palestina, Menlu AS Desak Akhiri Ketegangan

    Marcheilla Ariesta - 13 Mei 2021 12:06 WIB
    Telepon Presiden Palestina, Menlu AS Desak Akhiri Ketegangan
    Menlu AS Antony Blinken. Foto: AFP.



    Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menghubungi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Dalam perbincangan via telepon itu, keduanya membahas mengenai kekerasan yang terjadi di Yerusalem, Tepi Barat dan Gaza.

    "Sekretaris (Blinken) menyampaikan belasungkawa atas nyawa yang hilang akibatnya. Ia juga mengutuk serangan roket dan menekankan perlunya mengurangi ketegangan dan mengakhiri kekerasan saat ini," demikian dikutip dari laman State.gov, Kamis, 13 Mei 2021.

     



    Dalam telepon tersebut, Blinken juga mengungkapkan keyakinannya jika Palestina dan Israel berhak atas kebebasan, martabat, keamanan, dan kemakmuran setara.

    "Sekretaris menyampaikan harapan terbaiknya untuk Idulfitri dan kedamaian serta ketenangan bisa menang," imbuh mereka.

    Sebelumnya, Blinken berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Blinken sudah mengirimkan utusannya ke Timur Tengah untuk mendesak Israel menghindari korban sipil berjatuhan karena bentrokan dengan Hamas. Blinken mengatakan kematian warga sipil Palestina, termasuk anak-anak sangat mengerikan.

    Baca juga: Biden: Israel Punya Hak Mempertahankan Diri

    "Saya pikir Israel punya beban lebih untuk mencoba melakukan segala cara mencegah kematian warga sipil mereka," ucap Blinken.

    Namun, senada dengan Biden, Blinken mengatakan Israel juga berhak melindungi warga mereka dan memberi respons atas serangan tersebut.

    Blinken kemudian membahas bahwa ada "perbedaan jelas antara organisasi teroris, Hamas, yang melontarkan hujan roket--yang juga menargetkan warga sipil--dan respons Israel untuk mempertahankan diri."

    Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mendesak kekerasan dihentikan, namun menganggap Israel punya hak mempertahankan diri.

    "Ekspektasi dan harapan saya adalah (kekerasan) ini akan dihentikan sesegera mungkin, tapi Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri," tuturnya kepada awak media. Menurutnya, hak bertahan diri sah saja jika ada ratusan roket diterbangkan ke wilayah mereka.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id