WHO Catat 5,2 Juta Kasus Covid-19 dalam Sepekan

    Willy Haryono - 20 April 2021 08:53 WIB
    WHO Catat 5,2 Juta Kasus Covid-19 dalam Sepekan
    Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (AFP)



    Jenewa: Terlepas dari program vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia, jumlah kasus virus tersebut bertambah sebanyak 5,2 juta sepanjang pekan kemarin. Ini merupakan lonjakan tertinggi kasus Covid-19 dalam sepekan sejak awal pandemi, ucap Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

    WHO mencatat mayoritas tambahan infeksi Covid-19 sepanjang pekan kemarin berasal dari kawasan Eropa, Amerika, dan Asia Tenggara -- berjumlah masing-masing 1,62 juta, 1,52 juta, dan 1,51 juta.






    Negara-negara di Mediterania Timur menyumbang total 386.176 kasus pekan kemarin, sementara di Pasifik Barat -- termasuk Selandia Baru -- mencatat 128.176 kasus, dan di benua Afrika sebanyak 54.297.

    Dalam konferensi pers rutin pada Senin kemarin, Tedros mengatakan kasus Covid-19 terus melonjak selama delapan pekan berturut-turut. "Angkanya sempat menurun selama enam pekan pada Januari dan Februari lalu," ucap Tedros, dilansir dari laman stuff.co.nz pada Selasa, 20 April 2021.

    Ia menilai program vaksinasi global, dengan total vaksin yang telah diberikan mencapai 792.796.083 dosis, belum mampu meredam penyebaran Covid-19 secara signifikan.

    Menurut WHO, Amerika Serikat masih menjadi negara teratas dengan jumlah kasus terbanyak Covid-19 sepanjang pandemi, yakni di angka 31,31 juta. Dua negara di bawahnya adalah India dan Brasil dengan jumlah 15,06 juta dan 13,9 juta.

    Sementara itu, remaja aktivis lingkungan Greta Thunberg diundang sebagai tamu dalam konferensi pers di WHO. Mengenai pandemi Covid-19, ia mengecam kesenjangan vaksin antara negara kaya dan miskin.

    "Sangat tidak etis ketika negara-negara berpenghasilan tinggi mampu memvaksinasi warga mereka, sementara negara penghasilan menengah hingga rendah kesulitan melakukan hal tersebut," kata Thunberg.

    Ia pun mendesak semua negara, perusahaan vaksin, dan komunitas global untuk "meningkatkan usaha" mereka dalam memerangi kesenjangan vaksin Covid-19.

    Baca:  Greta Thunberg Kecam Kesenjangan Vaksin Negara Kaya dan Miskin

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id