Rusia Klaim Berhasil Tangkap Pembunuh Berantai 26 Lansia

    Willy Haryono - 02 Desember 2020 11:00 WIB
    Rusia Klaim Berhasil Tangkap Pembunuh Berantai 26 Lansia
    Tiga personel kepolisian Rusia. (AFP)
    Moskow: Tim investigator Rusia mengklaim telah berhasil menangkap "Volga maniac," julukan untuk pembunuhan berantai yang diduga kuat telah membunuh 26 perempuan lanjut usia. Komite Investigatif Rusia mengidentifikasi "Volga maniac" sebagai Radik Tagirov, pria 38 tahun yang diyakini telah membunuh dan merampok 26 perempuan di periode 2011-2012.

    Lokasi pembunuhan Tagirov beragam mulai dari Rusia sentral, kawasan Volga, hingga ke Pegunungan Ural.

    Menurut media lokal, target Tagirov biasanya adalah perempuan berusia 75 hingga 90 tahun yang tinggal sendiri. Tagirov disebut menemui beberapa calon korbannya di jalan, dan mencoba berinteraksi seperti menawarkan bantuan mengangkat barang-barang berat.

    Dalam beberapa kasus, Tagirov datang ke rumah beberapa korbannya, dengan berpura-pura sebagai pekerja sosial atau tukang ledeng. Ia kemudian mencekik leher korban dengan benda apapun, dan kemudian pergi usai menggasak seisi rumah.

    Namun menurut tim investigator, pola perilaku Tagirov mengindikasikan dirinya tidak membunuh para korbannya semata untuk barang-barang berharga.

    Tagirov, yang didakwa atas kasus pencurian pada 2009, dilaporkan membunuh korban pertama di kampung halamannya di Kazan. Dari situ, ia meningkatkan aktivitasnya ke kota-kota lain di sepanjang Sungai Volga, yang membuat dirinya dijuluki "Volga maniac."

    Dilansir dari laman Brisbane Times pada Rabu, 2 Desember 2020, Kepolisian Rusia hampir berhasil menangkap Tagirov pada September 2011, saat anak korban memergoki aksi pelaku. Namun Tagirov berhasil melarikan diri melalui sebuah jendela.

    Satu korban berhasil selamat, namun tidak dapat mendeskripsikan wajah pelaku karena mengalami kebutaan.

    Pembunuhan "Volga maniac" sempat terhenti pada 2013, yang membuat polisi mencurigai pelaku telah meninggal atau ditangkap atas kasus lain.

    Polisi menawarkan uang hadiah 3 juta rubel (setara Rp750 juta) untuk segala informasi yang dapat membantu menangkap Tagirov. Polisi membutuhkan 10 ribu tes genetik dan upaya lainnya untuk dapat mengidentifikasi "Volga maniac."

    Tagirov sudah mengakui perbuatannya, dan saat ini sedang menanti sidang dengar pendapat.

    Baca:  Baru Dibebaskan, Pembunuh Berantai Thailand Kembali Beraksi

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id