Lebih dari 300 Ribu Orang Telah Sembuh dari Covid-19

    Arpan Rahman - 08 April 2020 13:52 WIB
    Lebih dari 300 Ribu Orang Telah Sembuh dari Covid-19
    Dokter dan perawat merayakan kesembuhan seorang pasien covid-19 di Wuhan, Tiongkok, 1 Maret 2020. (Foto: AFP/STR/Getty)
    Baltimore: Lebih dari 300 ribu orang di seluruh dunia telah dinyatakan sembuh dari infeksi virus korona (covid-19). Hingga siang ini, Rabu 8 April 2020, Universitas Johns Hopkins mencatat jumlah individu yang telah sembuh dari covid-19 mencapai 301.417.

    Sebagian besar dari total pasien sembuh berada di Tiongkok dengan angka 77.525. Tiongkok merupakan negara tempat pertama kalinya covid-19 muncul pada akhir Desember 2019.

    Meningkatnya jumlah pasien sembuh menimbulkan harapan di tengah komunitas global yang sedang berperang melawan pandemi covid-19. Tingginya angka pasien sembuh juga berpotensi memicu kesembuhan bagi lebih banyak orang di luar sana.

    Mereka yang telah sembuh dari covid-19 memiliki antibodi di dalam plasma darah yang dapat menyerang virus tersebut. Dengan memindahkan plasma pasien sembuh ke individu terjangkit covid-19, sejumlah pakar berharap hal tersebut dapat memicu tumbuhnya imunitas pasif.

    Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) belum dapat memastikan apakah transfer plasma akan menjadi perawatan efektif terhadap pasien covid-19. Namun berdasarkan sejumlah informasi dan riset, proses tersebut dapat membantu kesembuhan pasien.

    Dr. Michael Joyner, seorang peneliti senior program plasma dari Mayo Clinic, mengaku telah melakukan prosedur tersebut ke sejumlah pasien, termasuk yang sedang dirawat di unit perawatan intensif. Namun, proses ini masih terbatas, karena sangat tergantung dari pasokan donasi plasma pasien sembuh.

    "Saya rasa publik perlu memahami bahwa (transfer plasma) ini bukan seperti obat yang bisa ditingkatkan produksinya seperti di perusahaan obat-obatan," kata Joyner.

    "Ini merupakan produk biologi yang hanya bisa didapat dari sekelompok pasien tertentu," lanjutnya, disitat dari Newsweek, Rabu 8 April 2020.

    Menurut keterangan Palang Merah, donor plasma setidaknya harus berumur 17 tahun dan memiliki bobot minimal 49,8 kilogram. Donor juga harus sehat dan bebas gejala covid-19, setidaknya 14 hari sebelum pengambilan plasma.

    AS bukan satu-satunya negara yang menggunakan transfer plasma sebagai metode pengobatan potensial. Transfer plasma juga pernah digunakan untuk merawat pasien penyakit MERS di Korea Selatan pada 2015.

    Akhir Maret lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengumumkan bahwa Korea Selatan akan menggunakan metode transfer plasma terhadap pasien covid-19.

    Selasa kemarin, rumah sakit Severence Hospital di Korsel melaporkan bahwa dua pasiennya telah sembuh dari covid-19 usai menerima transfer plasma. Kedua pasien masing-masing berusia 67 dan 71 tahun, yang berangsur pulih sehingga tidak perlu lagi menggunakan ventilator.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id