comscore

Kepada Badan Atom Dunia, Indonesia Terus Serukan Pelucutan Senjata Nuklir

Willy Haryono - 21 September 2021 08:07 WIB
Kepada Badan Atom Dunia, Indonesia Terus Serukan Pelucutan Senjata Nuklir
Menlu Retno Marsudi berbicara dalam pesan video mengenai seruan pelucutan nuklir kepada Badan Atom Dunia atau IAEA di Wina, Austria, 20 September 2021. (KBRI Wina)
Wina: Indonesia masih menganggap senjata nuklir sebagai ancaman nyata. Kehadirannya dinilai berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di antara negara-negara dunia. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi dalam General Conference ke-65 Badan Energi Atom Dunia atau IAEA di Wina, Austria, Senin, 20 September.

Dalam pernyataan nasional yang disampaikan melalui video, Menlu Retno juga menyebut bahwa tenaga nuklir seyogyanya dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat manusia di masa mendatang.
IAEA diminta memainkan peran mempromosikan nuklir untuk tujuan damai, termasuk dengan menyebarkan ilmu pengetahuan nuklir kepada negara berkembang melalui program kerja sama teknis, dengan tujuan memajukan negara berkembang dan Kerja Sama Selatan-Selatan

Selain itu, dalam keterangan tertulis KBRI Wina yang diterima Medcom.id, Selasa, 21 September 2021, Menlu Retno juga mengapresiasi penghargaan yang diberikan Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan IAEA kepada Indonesia. Penghargaan yang diterima berupa Outstanding Achievement Award di bidang pemuliaan mutase tanaman dan Biotechnologi yang menyertainya.

Ini merupakan kali kedua Indonesia menerima penghargaan serupa atas peran Kelompok Peneliti Pemuliaan Tanaman Pangan (PAIR) yang sejak 2013 telah berpengalaman mengembangkan teknologi nuklir di sektor dan berhasil menciptakan 23 ragam baru padi. Sebelumnya, Indonesia menerima penghargaan pada 2014.

Baca:  Indonesia Raih Penghargaan FAO dan Badan Atom Dunia di Wina

Sementara itu, Menlu Retno menegaskan bahwa kemampuan teknik nuklir tidak terbatas, termasuk dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi pandemi saat ini, dan juga pandemi di masa depan. 

Wakil Tetap RI di Wina, Duta Besar Dr. Darmansjah Djumala, menjadi Ketua Delegasi pada pertemuan yang juga diikuti K/L terkait seperti BAPETEN dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengikuti persidangan secara virtual dari Jakarta. 

Konferensi ke-65 IAEA berlangsung hingga 24 September 2021. General Conference IAEA merupakan Konferensi tahunan di Markas PBB Wina sejak tahun 1956 yang diselenggarakan bagi negara-negara anggota untuk menentukan arah kebijakan IAEA dalam menjamin penggunaan energi dan teknologi nuklir semata-mata untuk tujuan damai.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id