Fauci: Warga AS yang Belum Divaksinasi Picu Lonjakan Varian Delta

    Willy Haryono - 02 Agustus 2021 10:08 WIB
    Fauci: Warga AS yang Belum Divaksinasi Picu Lonjakan Varian Delta
    Kepala penasihat kesehatan untuk Presiden AS Joe Biden, Dr Anthony Fauci, saat berada di Washington, 21 Januari 2021. (MANDEL NGAN / AFP)



    Washington: Kepala penasihat kesehatan untuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Dr Anthony Fauci, mengatakan bahwa warga AS yang belum divaksinasi terus mendorong lonjakan kasus varian Delta Covid-19 di seantero negeri.

    Fauci khawatir situasi pandemi di AS dapat bergerak ke arah yang buruk jika laju vaksinasi tidak segera digenjot.

     



    "Ada sekitar 100 juta orang di negara ini, yang sebenarnya memenuhi syarat untuk vaksinasi, tetapi hingga kini belum divaksinasi," kata Fauci dalam sebuah wawancara, dilansir dari laman CGTN, Senin, 2 Agustus 2021.

    "Kita harus dapat mengubah keputusan mereka, meyakinkan mereka agar mau divaksinasi, karena merekalah yang memperburuk wabah saat ini," sambung dia.

    Jumat pekan kemarin, AS mencatat tambahan lebih dari 100 ribu kasus Covid-19 -- lonjakan tertinggi sejak Februari 2021.

    Akhir Juli lalu, Fauci mengatakan AS sedang berada dalam kondisi sulit terkait lonjakan kasus harian Covid-19 yang diperparah penyebaran varian Delta. "Kita sedang bergerak ke arah yang salah," tutur Fauci kala itu.

    Meski mayoritas warga AS sudah divaksinasi, Fauci tetap menyerukan kepada mereka semua untuk memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya. Ia juga menyarankan adanya pemberian vaksin dosis ketiga bagi warga yang sudah divaksinasi namun sistem imun tubuhnya relatif lemah.

    "Sebenarnya masalah (di AS saat ini) lebih didominasi kalangan yang belum divaksinasi. Itulah mengapa kita terus meminta mereka yang belum divaksinasi untuk keluar rumah dan mengikuti vaksinasi," ungkap Fauci.

    Baca:  Fauci: AS Bergerak ke 'Arah yang Salah' dalam Perang Melawan Covid-19

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id