comscore

Antisipasi Covid-19, Kanselir Jerman Minta Warga Rayakan Paskah di Rumah

Fajar Nugraha - 02 April 2021 12:06 WIB
Antisipasi Covid-19, Kanselir Jerman Minta Warga Rayakan Paskah di Rumah
Kanselir Jerman Angela Merkel minta warga rayakan Paskah di rumah. Foto: AFP
Berlin: Kanselir Angela Merkel mengimbau warga Jerman pada Kamis 1 April untuk tinggal di rumah selama Paskah. Imbauan diutarakan untuk mengantisipasi gelombang ketiga covid-19.

Selain meminta warga tetap di rumah, Merkel juga mendesak agar rakyat membantu mengekang pandemi virus korona. Sebelumnya, Ibu Kota Berlin mengumumkan larangan agar warga untuk berkumpul pada malam hari dimulai Jumat 2 April.
"Ini harus menjadi Paskah yang tenang, dengan orang-orang terdekat Anda, dengan kontak yang sangat berkurang. Saya mendorong Anda untuk menahan diri dari semua perjalanan yang tidak penting," kata Merkel dalam pesan video, seperti dikutip AFP, Jumat 2 April 2021.

“Ini adalah satu-satunya cara untuk membantu dokter dan perawat, melawan virus,” tegas Merkel.

Merkel dituduh kehilangan cengkeramannya pada krisis covid-19 minggu lalu setelah dia membatalkan rencana liburan Paskah diperpanjang yang disepakati dua hari sebelumnya dengan gubernur 16 negara bagian Jerman.

Dia sejak itu mencoba mengalihkan kesalahan atas gelombang ketiga pandemi ke perdana menteri negara bagian. Mereka dianggap menuduh mereka gagal mematuhi perjanjian sebelumnya untuk memberlakukan kembali pembatasan jika infeksi meningkat.

Pada Kamis, pemerintah kota Berlin mengatakan akan memberlakukan larangan malam hari pada pertemuan mulai Jumat dan hanya mengizinkan anak-anak dari pekerja penting untuk masuk ke penitipan anak mulai minggu depan.

Merkel mengatakan bukan lagi orang tua yang berjuang untuk hidup mereka dalam pandemi, tetapi pasien paruh baya dan bahkan lebih muda yang menggunakan ventilator di rumah sakit.

Dia berharap, bagaimanapun, bahwa distribusi vaksinasi yang lamban akan dipercepat setelah Paskah, ketika dokter keluarga akan mulai memberikan suntikan.

Christian Karagiannidis, Kepala Ilmiah Asosiasi DIVI untuk pengobatan intensif dan darurat mengatakan, Jerman memerlukan penguncian selama dua minggu, vaksinasi yang lebih cepat, dan tes wajib di sekolah jika rumah sakit tidak ingin kewalahan.

"Jika angka penularan ini terus berlanjut, kami akan mencapai batas kapasitas reguler dalam waktu kurang dari empat minggu," katanya kepada harian Rheinische Post.

"Kami tidak melebih-lebihkan. Peringatan kami didorong oleh angka,” tegas Karagiannidis.

Pemerintah kota Berlin mengatakan orang hanya akan diizinkan untuk berada di luar sendiri atau dengan satu orang lain dari jam 9.00 malam sampai jam 5.00 pagi, meskipun anak-anak di bawah 14 tahun dibebaskan.

Ini akan menjadi jam malam terbatas pertama yang diberlakukan di Berlin sejak pandemi dimulai setahun lalu. Kota Hamburg telah mengumumkan pada  Rabu akan membatasi acara malam hari mulai Jumat, dengan supermarket dan layanan pesan antar tutup mulai jam 9.00 malam.

Tidak seperti Inggris dan Prancis, 16 negara bagian Jerman, yang menjalankan urusan kesehatan dan keamanan mereka sendiri, enggan untuk memberlakukan batasan drastis pada pergerakan karena takut akan semakin merusak ekonomi. Mereka juga enggan untuk membatasi kebebasan secara luas, mengingat kenangan di masa Nazi berkuasa.

Jumlah kasus virus korona yang dikonfirmasi di Jerman, negara terpadat di Eropa dan ekonomi terbesar, naik 24.300 menjadi 2,8 juta pada Kamis. Ini adalah peningkatan harian terbesar sejak 14 Januari. Jumlah kematian yang dilaporkan naik 201 menjadi 76.543.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id