comscore

Geger Pandora Papers Seret Nama Putin dan Penyanyi Shakira

Marcheilla Ariesta - 04 Oktober 2021 12:45 WIB
Geger Pandora Papers Seret Nama Putin dan Penyanyi Shakira
Presiden Rusia Vladimir Putin terseret dalam Pandora Papers/AFP
Jakarta: Pandora Papers saat ini mengejutkan dunia. Kasus pajak terbesar dunia itu bocor dan menyeret sejumlah nama penting, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Raja Yordania Abdullah II, hingga penyanyi terkenal Shakira.

Nama para pejabat tersebut muncul di Pandora Papers berdasarkan hasil penelusuran sekitar 600 jurnalis yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).
Para jurnalis itu meneliti bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan. Hasilnya kemudian diunggah di situs resmi ICIJ pada Minggu, 3 Oktober 2021.

Dilansir dari AFP, Senin, 4 Oktober 2021, tercatat setidaknya 35 nama pemimpin dunia, baik yang masih aktif maupun tidak. ICIJ menekankan, memiliki aset di surga pajak untuk menjalankan bisnis internasional, memang tidak ilegal bagi beberapa negara.

Meski demikian, fakta ini dapat mencoreng nama para pejabat yang selama ini menggaungkan kampanye anti-penggelapan pajak. 

Beberapa nama pemimpin dunia yang masih aktif, yang disebutkan dalam Pandora Papers, antara lain, Vladimir Putin, Abdullah II, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, PM Pakistan Imran Khan, Presiden Kenya Uhura Kenyatta. Ada juga mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair disebutkan dalam Pandora Papers ini.

Putin dikaitkan dengan satu aset rahasia di Monako yang merupakan rumah milik perempuan Rusia, Svetlana Krivonogikh. Perempuan tersebut diduga memiliki hubungan gelap dengan presiden Rusia itu.

Baca juga: Partai Putin Bergerak Menuju Kemenangan dalam Pemilu Parlemen Rusia

Dilaporkan ia melahirkan seorang anak pada 2003, hasil hubungannya dengan Putin. Dua pekan setelah kelahiran anak itu, satu perusahaan di salah satu surga pajak terbentuk.

Sedangkan Raja Abdullah II dari Yordania dilaporkan membentuk jaringan perusahaan di negara surga pajak. Dari perusahaan tersebut, Abdullah dapat membeli properti di berbagai tempat, seperti Malibu hingga London.

Kedutaan Besar Yordania di Amerika Serikat tidak memberikan komentar terkait ini. Meski demikian, pengacara kerajaan mengatakan, sang raja membeli properti itu dengan kekayaan pribadinya.

Bahkan ia menuturkan, individu berpenghasilan tinggi kerap membeli properti lewat perusahaan yang ada di luar negeri. Alasannya, demi privasi dan keamanan.

Pada 2016, ICIJ juga menguak sejumlah kasus kebocoran dokumen rahasia lainnya, yang dikenal dengan Panama Papers. Ada beberapa perusahaan Indonesia masuk dalam dokumen tersebut.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id