comscore

Joe Biden Menanti Implementasi Janji-Janji Taliban

Willy Haryono - 23 Agustus 2021 14:17 WIB
Joe Biden Menanti Implementasi Janji-Janji Taliban
Presiden AS Joe Biden saat berbicara di Gedung Putih, Washington, 22 Agustus 2021. (Samuel Corum / Getty / AFP)
Washington: Taliban telah membuat sejumlah janji manis usai menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul, pekan kemarin. Janji-janji itu meliputi pembentukan pemerintahan inklusif, pemberian amnesti umum, dan perlindungan hak-hak perempuan.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengaku tidak akan percaya begitu saja dengan janji-janji tersebut.
"Saya tidak percaya kepada siapapun, termasuk Anda," ujar Biden sembari menunjuk ke arah awak media di Gedung Putih, Washington, Minggu, 22 Agustus.

"Taliban telah menyampaikan janji-janji mereka, dan kita akan melihat apakah mereka akan menepatinya atau tidak," sambung dia, dikutip dari laman Hindustan Times, Senin, 23 Agustus 2021.

Menurut Biden, Taliban menyampaikan serangkaian janji dalam upaya mencari legitimasi agar pemerintahan mereka mendatang diakui komunitas global. Taliban juga telah meminta negara-negara dunia, termasuk AS, untuk tidak memindahkan sepenuhnya memindahkan atau menghilangkan misi diplomatik di Afghanistan.

Meski tidak percaya kepada Taliban, Biden menegaskan bahwa sejauh ini kelompok tersebut belum mengambil tindakan apapun terhadap pasukan AS sejak jatuhnya Kabul pada 15 Agustus.

Baca:  Janji Moderat Taliban, Dapatkah Dipercaya?

Pasukan Negeri Paman Sam bersiaga penuh di area sekitar bandara Kabul dalam proses evakuasi warga AS dan masyarakat lokal Afghanistan yang ingin melarikan diri dari ancaman Taliban.

Mengenai evakuasi, Biden berencana berdialog dengan jajaran militer AS mengenai wacana memperpanjang misi militer di Afghanistan melampaui tenggat waktu 31 Agustus mendatang.

"Harapan kami adalah, misi ini tidak perlu diperpanjang. Tapi nanti akan ada dialog," sebut Biden.

Merespons foto-foto mengenaskan dari area sekitar bandara Kabul, Biden mengatakan proses evakuasi di tengah momen sulit ini pasti akan melibatkan rasa sakit dan kehilangan. Setidaknya 20 orang dikabarkan tewas dalam kericuhan terkait eksodus di bandara Kabul sejak pekan kemarin.

"Saya terpukul saat melihat foto dari orang-orang yang kalian semua juga sudah lihat. Tapi jika kita tidak pergi dari Afghanistan sekarang, lantas kapan?" tanya Biden.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id