Rakyat Rusia Beri Suara Awal Perpanjangan Kekuasaan Putin

    Fajar Nugraha - 25 Juni 2020 13:25 WIB
    Rakyat Rusia Beri Suara Awal Perpanjangan Kekuasaan Putin
    Vladimir Putin membuka peluang tetap berkuasa hingga 2036. Foto: AFP
    Moskow: Rakyat Rusia mulai memberikan suaranya pada Kamis 25 Juni untuk memilih tentang reformasi konstitusi yang dapat membuka jalan bagi Presiden Vladimir Putin tetap berkuasa sampai 2036. Namun ini baru pemungutan suara awal.

    Seperti dilansir AFP, Kamis, 25 Juni, para pejabat pemilihan mengatakan, mereka akan membuka pemilihan sebelum pemilihan resmi pada 1 Juli untuk menghindari kepadatan yang bisa menyebarkan infeksi virus korona.

    Masker dan gel disinfektan disediakan untuk 110 juta pemilih di 10 zona waktu. Mulai dari eksklaf Kaliningrad di Laut Baltik hingga Petropavlovsk-Kamchatsky di Samudera Pasifik.

    Pihak Istana Kepresidenan Rusia, Kremlin dengan enggan menunda pemungutan suara yang dijadwalkan untuk 22 April karena adanya peningkatan infeksi covid-19. Pemerintah pun sudah memberlakukan pembatasan jarak untuk memperlambat penyebaran pandemi.

    Putin memperkenalkan reformasi pada konstitusi 1993 pada Januari tahun ini. Reformasi itu langsung diadopsi oleh kedua majelis parlemen dan anggota parlemen daerah dengan cepat.

    Dia bersikeras bahwa Rusia memberikan suara pada perubahan meskipun referendum tidak diperlukan secara hukum, dengan alasan bahwa hal itu akan memberi mereka legitimasi.

    Putin seumur hidup


    Rencana reformasi ini langsung ditanggapi keras oleh pihak oposisi. Tokoh oposisi Alexei Navalny mengecam pemungutan suara itu sebagai taktik populis yang dirancang untuk memberikan Putin hak untuk menjadi ‘presiden seumur hidup’.

    "Ini merupakan pelanggaran terhadap Konstitusi, kudeta," katanya bulan ini di media sosial.

    Di antara perubahan-perubahan lain, reformasi akan mengatur ulang batas masa jabatan presiden Putin menjadi nol, yang memungkinkannya untuk menjalankan dua kali lagi dan berpotensi bertahan di Kremlin hingga 2036.

    Melalui aturan saat ini, masa jabatan Putin yang sekarang berusia 67 tahun di Kremlin akan berakhir pada 2024.

    Kampanye oposisi melawan reformasi gagal mendapatkan momentum. Demonstrasi yang dijadwalkan di ibu Kota Rusia pada April dilarang karena alasan pembatasan pertemuan publik karena virus korona.

    Situs web ‘No’, yang mengumpulkan tanda tangan orang Rusia yang menentang reformasi, diblokir oleh pengadilan Moskow. Pemilik situs pun terpaksa meluncurkan kembali dengan nama domain lain.

    Sementara itu pejabat politik senior telah menekankan pentingnya memberi Putin kesempatan untuk tetap berkuasa. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menggambarkan reformasi itu diperlukan jika negara itu ingin "menjamin stabilitas, menghilangkan ketidakpastian".

    Pemimpin Rusia itu mengatakan pekan lalu bahwa dia belum memutuskan apakah akan mengincar masa jabatan lain setelah 2024. Tetapi itu penting dia memiliki opsi untuk memperpanjang masa jabatannya.

    "Kalau tidak, saya tahu bahwa dalam dua tahun, alih-alih bekerja secara normal di semua tingkatan negara. Semua mata akan mencari calon penerus. Kita harus bekerja dan tidak mencari penerus,” jelas Putin.

    Dengan konstitusi yang direvisi sudah dijual di toko-toko buku Moskow, surat suara sebagian besar dipandang di Rusia sebagai kesimpulan terdahulu.

    Namun itu terjadi karena Putin dianggap gagal mengatasi wabah virus korona dan isu perbaikan ekonomi. Termasuk perubahan yang sangat tidak populer pada sistem pensiun.
     

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id