Virus Korona

    Presiden Brasil: Tetap Bekerja atau Kelaparan

    Fajar Nugraha - 18 Maret 2020 17:17 WIB
    Presiden Brasil: Tetap Bekerja atau Kelaparan
    Presiden Brasil Jair Bolsonaro kampanye bersama pendukung di tengah merebaknya covid-19. Foto: AFP
    Brasilia: Presiden Brasil Jair Bolsonaro menegaskan warganya untuk tetap bekerja meskipun virus korona merebak tajam. Menurutnya, warga lebih baik bekerja atau mati kelaparan.

    Brasil mencatat dua kematian akibat virus korona covid-19 pertama pada Selasa 17 Maret 2020. Sementara otoritas kesehatan di Sao Paulo mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki empat kematian pasien lainnya yang mungkin disebabkan oleh virus korona.

    Jumlah kasus yang dikonfirmasi di Brasil telah melonjak menjadi 321 jiwa. Sudah ada kasus penularan masyarakat di negara bagian Sao Paulo dan Rio de Janeiro di mana kedua kematian itu terjadi. Mengingat rendahnya jumlah tes yang dilakukan, kebanyakan dari mereka telah dilakukan di rumah sakit swasta di Sao Paulo. Namun penyebaran sebenarnya dari virus jauh lebih luas.
     
    Baca: Brasil Ajukan Proposal Status Darurat Virus Korona.

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro, setelah secara pribadi berpartisipasi dalam demonstrasi sayap kanan membela pemerintahannya, memperjelas tekadnya untuk membela kepentingan pasar kapitalis. Dirinya pun mengorbankan nyawa pekerja Brasil.

    Dalam sebuah wawancara dengan CNN Brasil, Bolsonaro mencemooh tindakan apa pun untuk mencegah penyebaran virus korona. “Banyak yang terjangkit, terlepas dari perawatan yang mereka jalani,” ujar Bolsonaro, seperti dikutip CNN Brazil, Rabu, 18 Maret 2020.

    “Tetapi saya tidak akan mengkarakterisasi keputusan untuk membatalkan acara olahraga dan hiburan massal, karena berdasarkan pada sikap histeria,” tegasnya.

    Dalam salah satu pernyataan paling kontroversial tentang pandemi yang dibuat oleh setiap kepala negara di dunia, Bolsonaro berpendapat bahwa satu-satunya pilihan bagi pekerja adalah tetap bekerja. “Warga perlu tetap bekerja dan menerima bahwa mereka akan terinfeksi, atau mati kelaparan,” ucap Bolsonaro.

    "Pengangguran membuat orang-orang yang tidak lagi memberi makan diri mereka dengan sangat baik, akan menjadi lebih sensitif. Begitu Anda terinfeksi, itu akan menyebabkan kematian," katanya.

    Seperti halnya di setiap negara, krisis virus korona secara tajam memperburuk kontradiksi sosial Brasil, di antara yang paling tidak setara di dunia, dengan enam orang memonopoli jumlah kekayaan yang sama dengan separuh populasi. Kelompok kelas pekerja Brasil tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan, perumahan, sanitasi dan pekerjaan yang aman. Di daerah perkotaan utama, sistem transportasi berbahaya dan membuat penduduk terpapar kereta api dan bus, terhadap risiko serius dari penyebaran virus.

    Dengan salah satu populasi penjara terbesar di planet ini -.lebih dari 800.000 tahanan,- tanggapan pemerintah yang tidak terorganisir terhadap krisis memicu pemberontakan besar pada Senin. Setelah hak mereka untuk bekerja dibebaskan dari hukuman karena pandemi, sekitar 1.500 tahanan melarikan diri dari empat lembaga pemasyarakatan di negara bagian Sao Paulo.

    Hingga saat ini korban terinfeksi korona di seluruh dunia mencapai 198.018 orang. Sementara korban tewas mencapai 7.948 jiwa dan yang berhasil disembuhkan menyentuh angka 81.950 orang.

    Pemerintah Indonesia sudah memeriksa 2.300 orang terkait virus ini. 227 diantaranya dinyatakan positif covid-19. Pasien yang meninggal mencapai 19 orang dan yang telah sembuh dilaporkan 11 orang.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id