comscore

Penyintas Tertua Kamp Konsentrasi Nazi Meninggal di Usia 108 Tahun

Willy Haryono - 31 Mei 2022 09:29 WIB
Penyintas Tertua Kamp Konsentrasi Nazi Meninggal di Usia 108 Tahun
Penyintas kamp konsentrasi Boris Pahor dikenal lewat novel berjudul Necropolis. (GIUSEPPE CACACE / AFP)
Trieste: Boris Pahor, pria asal Slovenia yang menderita di bawah penindasan fasisme di Italia dan juga merasakan kengerian kamp konsentrasi Nazi, meninggal dunia di usia 108 tahun. Presiden Italia Sergio Mattarella menyebut Pahor sebagai seorang "saksi dan korban kengerian perang yang dipicu ideologi totalitarian dan nasionalisme yang berlebihan."

Pahor dikenal lewat karya berjudul Necropolis (1967), sebuah novel otobiografi yang ditulis usai kunjungan ke sebuah kamp Nazi, di mana dirinya pernah mendekam di tempat tersebut sekitar 20 tahun sebelumnya.
Diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, Necropolis mendeskripsikan kebrutalan dan kengerian yang disaksikan Pahor di kamp konsentrasi. Novel itu juga menggambarkan rasa bersalahnya karena berhasil keluar dari kamp konsentrasi dalam kondisi hidup.

Dikutip dari France 24, Senin, 30 Mei 2022, Menteri Kebudayaan Italia Dario Franceschini menyampaikan penghormatannya kepada Pahor, sosok yang ia sebut sebagai sesosok "raksasa di abad ke-20." Ia menyebut Pahor sebagai seorang novelis yang mampu menulis dengan tinggi kejelasan yang tinggi.

Lahir pada 26 Agustus 1913, di area yang kini dikenal sebagai kota Trieste di Italia, Pahor ditangkap Nazi di tahun 1944 atas keterlibatannya dengan gerakan perlawanan anti-fasis.

Ia pernah ditahan di lima kamp konsentrasi Nazi, termasuk Natzweiler-Struthof di Prancis dan Dachau serta Bergen-Belsen di Jerman.

Saat Pahor lahir, Trieste masih menjadi bagian dari kekaisaran Austro-Hungarian yang merupakan rumah bagi masyarakat Slovenia. Kota tersebut menjadi bagian dari Italia setelah kekaisaran itu runtuh usai Perang Dunia I.

Warga Slovenia di Trieste saat itu, termasuk Pahor, kemudian menjadi korban dari gerakan "Italianisasi."

Pahor merupakan tokoh ternama di Slovenia, yang menjadi negara merdeka usai memisahkan diri dari Yugoslavia di tahun 1991. Ia pernah menerima penghargaan tertinggi untuk pencapaian budaya.

Mengenai umur panjangnya, Pahor pernah berkata kepada surat kabar Corriere della Sera di tahun 2018, bahwa "sejak saya keluar hidup-hidup dari kamp konsentrasi, saya menjadi tak peduli lagi dengan berlalunya waktu."

"Saya tidak pernah mau berhenti. Saya terus melihat ke depan," ucapnya kala itu.

Baca:  Sempat Kabur, Mantan Sekretaris Kamp Kematian Nazi Ditangkap

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id