comscore

Heboh Isu Perang Nuklir, Jurnalis Rusia: Kita Semua Akan Mati

Medcom - 29 April 2022 07:28 WIB
Heboh Isu Perang Nuklir, Jurnalis Rusia: Kita Semua Akan Mati
Presiden Rusia Vladimir Putin tidak segan-segan mengancam perang nuklir jika ada turut campur asing di Ukraina. Foto: AFP
Moskow: Siaran televisi pemerintah Rusia membahas kemungkinan perluasan perang ke luar Ukraina pada Selasa, 26 April 2022. Margarita Simonyan, jurnalis dan pimpinan media RT mengatakan, perang nuklir tidak perlu dikhawatirkan karena “kita semua akan mati suatu hari nanti.”

Televisi Rusia terus menyiarkan narasi perluasan perang hingga ke luar Ukraina. Dikatakan bahwa perang dengan Eropa dan dunia tidak dapat dihindari. Saluran televisi besar Rusia diketahui kerap menyebarkan retorika yang membenarkan invasi Rusia terhadap Ukraina.
Dalam acara Selasa malam, The Evening With Vladimir Solovyov, pembawa acara dan Simonyan menyebut diperlukan perang nuklir agar negara-negara lain tidak ikut campur dalam perang Rusia dengan Ukraina.

“Secara pribadi, saya pikir cara paling realistis adalah Perang Dunia III, berdasarkan pengetahuan tentang kita dan pemimpin kita, Vladimir Vladimirovich Putin,” kata Simonyan menurut Daily Beast, Jumat 29 April 2022. 

“Mengetahui bagaimana semuanya dijalankan di sini, tidak mungkin, tidak ada peluang, bahwa kita akan menyerah,” ucapnya.

Menurut Simonyan, perang nuklir merupakan jalan yang paling mungkin diambil dalam perang ini.

Vladimir Solovyov menanggapi, "Tapi kita akan pergi ke surga, sementara mereka hanya akan mati."

“Kita semua akan mati suatu hari nanti,” ucap Simonyan kepada penonton.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Kremlin lainnya mengeluarkan ancaman kepada NATO. Dalam pidato Rabu, 27 April 2022, Putin menyatakan upaya negara manapun untuk ikut campur akan menerima tanggapan secepat kilat. 

Solovyov juga membahas pengiriman senjata Barat ke Ukraina pada talkshow hari Selasa, di mana ia mempertanyakan, "Apa yang mencegah kita menyerang Inggris, dengan menargetkan pusat-pusat logistik di mana senjata-senjata ini dimuat?"

Tamu lain di acara itu, Andrey Sidorov, wakil dekan politik dunia di Universitas Negeri Moskow, menjawab, "Jika kita memutuskan untuk menyerang Inggris, sebaiknya kita memutuskan untuk menyerang Amerika Serikat (AS). Keputusan akhir bukan di London, tapi di Washington. Jika kita ingin menghantam pusat sebenarnya dari Barat, maka kita perlu menyerang Washington.”

Sementara itu, Fiona Hill, mantan direktur senior untuk urusan Eropa dan Rusia di Dewan Keamanan Nasional, hadir di podcast Times Radio hari Selasa, mengatakan bahwa menggunakan senjata nuklir di Ukraina adalah hal yang mungkin dilakukan Putin.

“Tentu saja (Putin) akan melakukannya. Lagipula, dia telah melakukannya secara retoris, bukan?” ucap Hill. (Kaylina Ivani)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id