comscore

Masih Bahas Ukraina, Menlu AS-Rusia Kembali Bertemu di Jenewa

Marcheilla Ariesta - 21 Januari 2022 19:36 WIB
Masih Bahas Ukraina, Menlu AS-Rusia Kembali Bertemu di Jenewa
Menlu AS Antony Blinken dan Menlu Rusia Sergei Lavrov bertemu di Jenewa bahas Ukraina./AFP
Jenewa: Putaran kedua pembicaraan Amerika Serikat (AS)-Rusia mengenai Ukraina dan keamanan dimulai hari ini, Jumat, 21 Januari 2022. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dan Menlu Rusia Sergei Lavrov bertemu di Jenewa, Swiss.

Pembicaraan baru ini dilakukan untuk mengurangi eskalasi krisis di perbatasan Ukraina. Pertemuan ini terjadi 11 hari setelah putaran pertama diskusi di Swiss kurang membuahkan hasil.
Rusia telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di perbatasan dan dituduh oleh AS merencanakan invasi, yang dibantahnya. Sebaliknya, mereka menuduh Barat merencanakan 'provokasi' di Ukraina.

Rusia menginginkan jaminan keamanan yang mengikat, termasuk larangan permanen keanggotaan Ukraina di NATO, yang dicita-citakan Kiev, dan penghapusan sebagian besar kehadiran militer AS dan sekutu di Eropa timur.

Washington, Brussel dan NATO menolak tuntutan ini dan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Ukraina akan memiliki konsekuensi yang mahal.

Selama kunjungannya ke Jerman sehari sebelumnya, Blinken dan mitranya, Annalena Baerbock mengatakan menghadapi masalah kompleks dengan penyelesaian yang memakan waktu.

"Saya tidak berharap kita dapat menyelesaikannya di Jenewa. Kita hanya harus saling pengertian," kata Blinken, dilansir dari Euro News.

Baca juga: Biden dan Putin Komunikasi Lewat Telepon untuk Kedua Kalinya

Sementara itu, Kremlin mengecam pernyataan Presiden AS Joe Biden yang "mengganggu stabilitas". Moskow berargumen, komentar Biden dapat memberikan ide bagi para 'pemberontak' di antara pejabat Ukraina.

Blinken kini sudah di Jenewa setelah sebelumnya dari Berlin dan melakukan pembicaraan dengan sekutunya, Jerman, Prancis, dan Inggris.

"Membiarkan Rusia melanggar prinsip-prinsip itu dengan impunitas akan menyeret kita semua kembali ke waktu yang jauh lebih berbahaya dan tidak stabil, ketika benua ini - dan kota ini - dibagi menjadi dua, dipisahkan oleh wilayah tak bertuan, dipatroli oleh tentara, dengan ancaman. perang habis-habisan menggantung di atas kepala semua orang," katanya dari Berlin.

"Itu juga akan mengirim pesan kepada orang lain di seluruh dunia bahwa prinsip-prinsip ini dapat dibuang dan itu juga akan menghasilkan bencana," tambahnya.

Berdasarkan sumber di lokasi, baik Blinken dan Lavrov akan berbicara kepada wartawan setelah pembicaraan dua jam mereka.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id