Biden Makin Gencar di Pekan Terakhir Kampanye

    Fajar Nugraha - 28 Oktober 2020 18:10 WIB
    Biden Makin Gencar di Pekan Terakhir Kampanye
    Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto: AFP
    Georgia: Seminggu sebelum hari pemilihan 3 November, calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, berkampanye di negara bagian-negara bagian yang condong ke Partai Republik.

    Sementara Presiden Donald Trump berada dalam pertahanan, dengan fokus pada negara bagian-negara bagian yang dimenangkannya pada 2016. Jajak pendapat saat ini menunjukkan Trump tertinggal.

    Pada Selasa 27 Oktober, Biden mengadakan dua kampanye di Georgia. Ini merupakan negara bagian yang belum pernah dimenangkan oleh calon presiden dari Partai Demokrat sejak 1992.

    Mantan Wakil Presiden AS itu berencana mengunjungi Iowa, Florida, Wisconsin dan Michigan pada akhir pekan ini. Trump memenangkan negara bagian itu pada 2016, tetapi Partai Demokrat yakin Biden memiliki kesempatan untuk memenangkannya pada 2020.

    Para pengamat mengatakan upaya Biden ke apa yang disebut negara bagian ‘merah’ (Republik) seperti Georgia dan Iowa adalah tanda keyakinan bahwa kampanyenya memperluas peta pemilihan. Jika dia bisa memenangkan apa yang disebut negara bagian-negara bagian ‘biru’ dan beberapa kubu Republik, kemenangannya pada Electoral College (perwakilan pemilih) akan lebih besar, dan berpotensi memberinya mandat yang lebih besar untuk memerintah.

    “Dalam politik, kita selalu ingin dalam posisi menyerang,” kata Matthew Continetti, seorang peneliti di American Enterprise Institute, dikutip dari VOA Indonesia, Rabu 28 Oktober 2020.

    “Dan di wilayah Selatan Amerika yang sedang berubah, di mana peningkatan kepadatan populasi dan pemberontakan warga pinggiran kota terhadap kepribadian Presiden Trump menguntungkan Demokrat, Joe Biden memiliki peluang,” sebut Continetti.

    Dari kampanyenya di Pennsylvania pada Senin 26 Oktober, Biden mengatakan dia akan memenangkan Michigan, Wisconsin dan Minnesota. Politikus berusia 77 tahun itu juga mengatakan dia merasa memiliki ‘kesempatan’ di Ohio, North Carolina, Georgia dan Iowa di mana jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat.

    “Saya tidak terlalu percaya diri dengan apa pun. Saya hanya ingin memastikan kami bisa mendapatkan setiap suara yang memungkinkan,” ucapnya.

    Namun sebagian analis mempertanyakan strategi Biden.

    “Ini mengingatkan kita pada Hillary Clinton (calon dari Partai Demokrat 2016) yang berkampanye di Georgia dan Arizona pada hari-hari terakhir kampanye 2016, ketika dia seharusnya berada di Wisconsin dan Michigan,” ujar Drektur Pusat Politik di Universitas Virginia, Larry Sabato.

    “Kita akan lihat (hasilnya) minggu depan,” pungkas Sabato.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id