comscore

Biden Janjikan Ukraina 'Respons Cepat' Jika Rusia Melancarkan Invasi

Willy Haryono - 03 Januari 2022 09:26 WIB
Biden Janjikan Ukraina Respons Cepat Jika Rusia Melancarkan Invasi
Presiden AS Joe Biden (kanan) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (JIM WATSON, Gints Ivuskans / AFP)
Washingtotn: Amerika Serikat menjanjikan Ukraina bahwa AS dan para sekutu akan 'merespons dengan cepat' jika Rusia melancarkan invasi suatu saat nanti. Janji disampaikan Presiden AS Joe Biden kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky via sambungan telepon pada Minggu malam, 2 Januari.

Panggilan telepon dilakukan di saat AS dan para sekutu Barat mempersiapkan serangkaian pertemuan diplomatik untuk mencoba menurunkan ketegangan dengan Rusia terkait isu Ukraina.
"Presiden Biden sudah menyampaikan dengan jelas bahwa Amerika Serikat dan para sekutu serta mitra kami akan merespons cepat jika Rusia menginvasi Ukraina," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dikutip dari laman The Sydney Morning Herald, Senin, 3 Januari 2022.

Psaki menambahkan, Biden menggarisbawahi komitmennya terhadap prinsip kolaborasi, bahwa AS tidak akan menegosiasikan kebijakan Eropa tanpa adanya input dari para sekutu dan mitra.

Sebelumnya, Biden beberapa kali melayangkan ancaman sanksi kepada Rusia jika Negeri Beruang Merah menginvasi tetangganya. Namun pada bulan lalu, Biden menegaskan bahwa langkah militer bukan merupakan salah satu opsi.

Dari kubu Rusia, Kremlin meminta jaminan keamanan kepada AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Moskow tidak ingin Ukraina atau negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya bergabung dan menjadi anggota NATO.

Rusia juga meminta agar NATO tidak memperluas aktivitas militer mereka ke wilayah tengah dan timur Eropa.

AS mementahkan permintaan Rusia atas NATO. Washington menegaskan salah satu prinsip NATO adalah, keanggotaan terbuka bagi setiap negara yang memenuhi syarat. Selain itu, semua anggota NATO juga tidak memiliki hak veto atas pengajuan suatu negara yang ingin bergabung.

Meski masuknya Ukraina ke NATO diyakini belum akan terjadi dalam waktu dekat, AS dan para sekutu tidak mengesampingkan kemungkinan tersebut.

Melalui Twitter, Zelensky mengatakan bahwa pembicaraannya dengan Biden meliputi hal-hal seputar "menjaga perdamaian di Eropa, mencegah eskalasi lebih lanjut, reformasi dan de-oligarkisasi."

Baca:  Presiden Ukraina Tinjau Garis Depan Konflik Lawan Rusia

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id