comscore

Setelah 16 Tahun, Jerman Akan Ditinggal Kanselir Angela Merkel

Fajar Nugraha - 21 September 2021 16:01 WIB
Setelah 16 Tahun, Jerman Akan Ditinggal Kanselir Angela Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel akan mundur dari politik setelah 16 tahun memimpin. Foto: AFP
Berlin: Sebagai Kanselir wanita pertama Jerman, Angela Merkel menghancurkan langit-langit kaca politik yang didominasi oleh pria. Bahkan Merkel pun menjadi pemain terkemuka dalam politik global.

Angela Merkel dipuji oleh banyak orang karena kepemimpinan pragmatisnya di dunia yang bergejolak dan dianggap oleh beberapa orang sebagai ikon feminis. Tapi melihat rekam jejaknya selama 16 tahun memimpin Jerman mengungkapkan peluang yang hilang untuk memerangi ketidaksetaraan gender di dalam negeri.
Dinobatkan sebagai “Perempuan Paling Kuat di Dunia" oleh majalah Forbes selama 10 tahun terakhir berturut-turut, Merkel telah berperan sebagai pembela nilai-nilai liberal yang kuat di Barat. Dia dengan mudah berdiri tegak di pertemuan puncak yang didominasi pria dengan para pemimpin seperti mantan Presiden AS Donald Trump atau Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jutaan wanita mengagumi pria berusia 67 tahun ini karena berhasil menembus langit-langit kaca dominasi pria dalam politik, dan dia dipuji sebagai panutan yang mengesankan bagi anak perempuan.

Dalam perjalanan ke Afrika, Timur Tengah dan Asia, Merkel sering mengunjungi proyek-proyek hak-hak perempuan. Dia selalu menekankan bahwa memberi perempuan di negara-negara miskin akses yang lebih baik ke pendidikan dan pekerjaan adalah kunci untuk pembangunan negara-negara tersebut.

Tetapi ketika menyangkut situasi perempuan di Jerman, Merkel -,yang mengatakan pada 2018 bahwa dia tidak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan umum Minggu ini,- telah dikritik karena tidak menggunakan posisinya cukup untuk mendorong lebih banyak kesetaraan gender.

"Satu hal yang jelas: seorang wanita telah menunjukkan bahwa wanita dapat melakukannya," kata Alice Schwarzer, feminis paling terkenal di Jerman.

"Namun, satu kanselir wanita saja tidak membuat emansipasi,” tegas Schwarzer, seperti dikutip AFP, Selasa 21 September 2021.

Schwarzer, aktivis hak-hak perempuan berusia 78 tahun, adalah anggota pendiri paling menonjol dari gerakan pembebasan perempuan Jerman. Baik yang dicintai maupun dibenci di negara tersebut.

Tapi baru sekarang, di akhir 16 tahun masa jabatannya, Merkel baru menyatakan dirinya sebagai seorang feminis. Klaim ini tentunya terlalu sedikit terlambat untuk beberapa orang di Jerman.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id