comscore

Senat AS Kritik Sidang Tahunan Interpol di Turki

M Sholahadhin Azhar - 19 November 2021 21:11 WIB
Senat AS Kritik Sidang Tahunan Interpol di Turki
Ilustrasi Turki/AFP
Washington: Anggota Senat Amerika Serikat (AS) Roger Wicker mengkritik penyelenggaraan Sidang Majelis Umum Tahunan Interpol di Turki. Otoritas Turki dikhawatirkan memanfaatkan sidang tersebut untuk kepentingan politik.

Wicker menyebut ada dugaan penyalahgunaan sistem red notice dan blue notice Interpol oleh Turki selama ini. “Karenanya, susah dibayangkan bahwa Interpol memilih Turki untuk menjadi tuan rumah sidang tahunan untuk tahun ini,” kata Wicker dikutip dari laman lembaga advokasi Stockholm Centre for Freedom (SCF), Jumat, 19 November 2021.
Dia memperingatkan adanya dugaan pemanfaatan Interpol oleh Turki demi kepentingan domestiknya. Wicker tak ingin Sidang Majelis Umum Tahunan Interpol di Istanbul digunakan memengaruhi dan menghukum pihak yang berseberangan dengan penguasa.

Baca: Israel Desak Turki Bebaskan Pasangan yang Dituduh Sebagai Mata-Mata

Wicker mengatakan Turki berulang kali menggunakan sistem red notice dan blue notice Interpol untuk menangkap kritikus pemerintah dengan tudingan bermotif politik. Dia mencontohkan red notice untuk wartawan Turki Can Dundar.

Dundar ditangkap dan ditahan selama 92 hari akibat memberitakan penyadapan truk tujuan Suriah yang diduga milik intelijen Turki. Dia ditangkap pada 26 November 2015 dan dibebaskan pada 26 Februari 2016 menyusul adanya keputusan pengadilan.

"Pada tahun 2018, Turki menuntut agar Interpol mengeluarkan red notice untuk penangkapan Dundar. Apa yang telah dia lakukan? Dia hanya mengkritik pemerintahannya,” kata Wicker.

Dia mengutip laporan media Turki terkait penolakan Interpol terhadap permintaan 800 red notice yang dilayangkan pemerintah Turki. Pasalnya, mayoritas red notice itu menyasar kritikus dan lawan politik rezim.

Wicker menyebut Turki ingin mengampanyekan kepentingan domestik dalam acara tahunan Interpol itu. Dia meminta anggota senat lain tak membiarkan pelanggaran ini berlanjut.

“Mereka pasti akan mencoba menjelaskan mengapa Presiden Recep Tayyip Erdogan harus bisa memburu para pengkritiknya di luar negeri menggunakan penegakan hukum asing melalui Interpol,” kata dia.


(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id