comscore

Biden dan Putin akan Bertemu di Jenewa pada 16 Juni Mendatang

Marcheilla Ariesta - 26 Mei 2021 11:58 WIB
Biden dan Putin akan Bertemu di Jenewa pada 16 Juni Mendatang
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan). Foto: AFP.
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin direncanakan akan bertemu di Jenewa, Swiss. Pertemuan kedua akan dilangsungkan pada 16 Juni 2021 mendatang.

Gedung Putih dan Istana Kremlin mengatakan pertemuan ini dilakukan di tengah perselisihan tajam kedua negara mengenai campur tangan Rusia dalam pemilu AS, serangan siber, hak asasi manusia, hingga masalah Ukraina.
"Para pemimpin akan membahas berbagai masalah mendesak, karena kami berusaha memulihkan prediktabilitas dan stabilitas hubungan AS-Rusia," kata Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dilansir dari AFP, Rabu, 26 Mei 2021.

Sementara itu, Kremlin mengatakan, kedua pemimpin akan membahas hubungan bilateral, masalah terkait stabilitas nuklir strategis, dan masalah lain, termasuk kerja sama dalam perang melawan covid-19 dan konflik regional.

Biden sebelumnya mengatakan dia ingin Putin berhenti mencoba memengaruhi pemilihan AS, menghentikan serangan dunia maya di jaringan AS yang berasal dari Rusia. Biden juga menginginkan Rusia berhenti mengancam kedaulatan Ukraina, dan membebaskan kritikus Kremlin yang dipenjara Alexei Navalny.

Baca juga: Pertemuan Biden dan Putin Kemungkinan Digelar di Jenewa

Gedung Putih telah menghindari penggambaran Biden sebagai upaya "reset" dalam hubungan dengan Putin. Istilah tersebut sering digunakan mantan Presiden AS ketika mereka berusaha meningkatkan hubungan dengan Moskow.

Sebaliknya, para pejabat AS melihat pertemuan tatap muka sebagai kesempatan untuk menjauhkan hubungan dari 'tawaran menjilat' mantan Presiden Donald Trump yang diberikan kepada Putin.

Sementara itu, para pejabat Rusia menganggap pertemuan tersebut sebagai kesempatan mendengar dari Biden secara langsung mengenai perbaikan hubungan kedua negara.

Putin memandang tekanan AS atas Navalny dan dukungannya terhadap aktivis pro-demokrasi di Rusia dan Belarusia sama saja dengan mencampuri urusan dalam negeri Rusia.

Rusia tidak senang dengan sanksi AS, termasuk yang diumumkan pada 15 April lalu mengenai pembatasan pasar utang Rusia untuk menghukum Moskow. Mereka menganggap Negeri Beruang Merah ikut campur dalam pemilu AS 2020, peretasan dunia maya, penindasan terhadap Ukraina, dan dugaan tindakan jahat lainnya yang dibantah oleh Rusia.

Topik lain yang mungkin muncul adalah kemarahan Barat terhadap Belarusia yang memaksa pesawat Ryanair mendarat dan menangkap seorang jurnalis pengkritik Belarusia di dalam pesawat tersebut. Rusia membantah laporan empat warganya turun dari pesawat di Minsk, yang memicu kecurigaan keterlibatan Moskow dalam hal itu.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id