Trump Berencana Pulihkan Sebagian Pendanaan WHO

    Willy Haryono - 16 Mei 2020 17:03 WIB
    Trump Berencana Pulihkan Sebagian Pendanaan WHO
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Donald Trump berencana memulihkan sebagian pendanaan Amerika Serikat kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Rencana disampaikan satu bulan usai Trump memerintahkan pembekuan semua jenis pendanaan terhadap WHO.

    Kala itu, Trump menuding WHO telah melakukan mismanajemen di fase awal munculnya virus korona (covid-19). Tidak hanya itu, ia juga menuding WHO bias terhadap Tiongkok.

    Menurut laporan Fox News dan dilansir oleh NDTV, Sabtu 16 Mei 2020, sebuah kerangka surat telah disiapkan AS yang akan ditujukan kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

    Salah satu penggalan kalimat dalam surat itu bertuliskan, "AS sepakat membayar sejumlah uang seperti yang sudah dibayarkan Tiongkok ke WHO." Seorang pejabat mengonfirmasi kepada Fox News bahwa Trump sudah menyepakati rencana tersebut.

    AS merupakan penyandang dana terbesar WHO, dengan angka kontribusi USD400 juta (Rp5,9 triliun) tahun lalu. Fox News melaporkan bahwa jika rencana itu benar-benar terwujud, maka level pendanaan AS terhadap WHO kali ini berkisar satu persepuluh dari USD400 juta.

    Bulan lalu, Trump memerintahkan agar pendanaan AS kepada WHO dihentikan untuk sementara. Ia menilai WHO melakukan "mismanajemen dan menutup-nutupi penyebaran virus korona."

    Ia menilai pandemi covid-19 sebenarnya dapat dicegah dengan angka kematian minim jika WHO secara akurat menilai situasi di Tiongkok, negara pertama munculnya covid-19 di akhir Desember 2019.

    Keputusan membekukan dana WHO merefleksikan keyakinan Trump bahwa WHO bias terhadap Tiongkok. Trump menuding WHO berkolusi dengan Negeri Tirai Bambu mengenai keterbukaan seputar covid-19.

    Sejumlah kritik menilai Trump hanya berusaha mencari kambing hitam atas buruknya situasi penyebaran covid-19 di AS. Trump tercatat telah beberapa kali meremehkan skala ancaman covid-19, sebelum akhirnya virus itu menyebar luas di seantero negeri.

    Saat ini, berdasarkan data terkini Universitas Johns Hopkins, AS masih menjadi negara dengan angka kasus tertinggi covid-19, yakni lebih dari 1,4 juta, dengan 87.568 kematian dan 250.747 pasien sembuh.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id