Trump Ancam Bekukan Aliran Dana untuk WHO

    Willy Haryono - 08 April 2020 08:48 WIB
    Trump Ancam Bekukan Aliran Dana untuk WHO
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Donald Trump mengumumkan rencana membekukan aliran dana Amerika Serikat untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menuding WHO sebagai agensi global yang terlalu "condong ke arah Tiongkok" serta kurang sigap dalam merespons fase-fase awal pandemi virus korona (covid-19).

    "Kami akan membekukan aliran dana untuk WHO. Kami akan membekukannya, dan melihat perkembangan lebih lanjut," ujar Trump dalam konferensi rutin gugus tugas penanganan covid-19 di Gedung Putih.

    Namun beberapa menit kemudian, Trump menarik ucapannya. Ia mengatakan kepada awak media bahwa saat ini "mungkin bukan" waktu terbaik untuk membekukan pendanaan, karena dunia tengah sibuk menangani pandemi covid-19.

    "Saya tidak pernah berkata saya akan melakukannya, hanya mempertimbangkan ke arah sana," tutur Trump, beberapa menit usai melayangkan ancaman membekukan pendanaan WHO.

    "Tadi saya hanya bilang akan mempertimbangkannya. Kami akan menginvestigasinya. Tapi kami memang berencana mengakhiri pendanaan," lanjutnya, dikutip dari laman Politico, Rabu 8 April 2020.

    Sebelum berbicara dalam konferensi pers gugus tugas covid-19, Trump menumpahkan kekesalannya kepada WHO via Twitter. Ia mengaku kesal karena menilai WHO tidak netral dalam penanganan isu covid-19.

    "WHO tidak becus. Organisasi itu sebagian besarnya didanai Amerika Serikat, tapi justru lebih condong ke Tiongkok," tulis Trump.

    "Untung saya telah menolak saran mereka untuk tetap membuka perbatasan kami kepada Tiongkok. Mengapa mereka memberikan kami saran yang begitu keliru?" tanyanya, merujuk pada fase-fase awal pandemi covid-19, dengan Tiongkok sebagai negara pertama yang mengumumkan kemunculan virus tersebut.

    Sejak akhir Januari, Trump berulang kali menyuarakan keputusannya untuk menutup perbatasan bagi semua orang yang pernah mengunjungi Tiongkok. Trump juga memberlakukan karantina dua pekan bagi semua warga AS yang baru pulang dari provinsi Hubei, episentrum penyebaran covid-19 di Tiongkok.

    Arahan Trump kala itu bertentangan dari rangkaian rekomendasi WHO, yang mengatakan bahwa "larangan perjalanan atau menolak masuk orang dari area terdampak biasanya tidak efektif dalam mencegah impor" kasus virus korona. Kala itu, WHO menyebut larangan perjalanan hanya akan memicu "dampak signifikan terhadap sektor sosial dan perekonomian."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id