CDC Kembali Ubah Panduan Tes Covid-19 di AS

    Willy Haryono - 19 September 2020 16:05 WIB
    CDC Kembali Ubah Panduan Tes Covid-19 di AS
    Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus covid-19 tertinggi di dunia sepanjang. (Foto: AFP)
    Washington: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kembali mengubah panduan kontroversial seputar virus korona (covid-19) yang ditetapkan bulan lalu, mengenai orang-orang tanpa gejala covid-19 yang tidak perlu menjalani tes. Kali ini, CDC mengatakan siapapun yang berada dalam kontak dekat dengan individu terjangkit covid-19 sebaiknya menjalani tes.

    "Klarifikasi" terbaru CDC mengembalikan badan kesehatan AS itu ke panduan awal, yang telah dibuat sebelum adanya perubahan pada Agustus lalu.

    Sejumlah laporan media AS menyebut, panduan kontroversial CDC diambil bukan dari pendapat para ahli. Beberapa sumber yang dikutip media New York Times mengatakan, panduan kontroversial (orang tanpa gejala tidak perlu dites) dipasang di situs CDC meski ada penentangan dari beberapa pakar.

    Sebagian besar negara bagian di AS telah menolak panduan kontroversial itu, yang merupakan pukulan telak bagi CDC. Sejumlah pengamat menilai langkah kontroversial CDC merefleksikan keinginan Presiden AS Donald Trump untuk mengurangi angka kasus positif covid-19 di AS.

    Dalam sebuah acara kampanye pada Juni lalu, Trump mengatakan kepada para pendukungnya bahwa ia telah meminta jajaran pejabat AS untuk "mengurangi jumlah tes." Seorang pejabat Gedung Putih menyebut pernyataan Trump sebagai sebuah lelucon.

    Mengenai perubahan terbaru sikap CDC, otoritas AS menegaskan tidak adanya motif politik di balik semua itu. Perubahan disebut hanya merefleksikan "bukti-bukti terbaru" seputar covid-19.

    Sejumlah pakar kesehatan AS menyambut baik perubahan panduan tes covid-19 oleh CDC.

    "Kembalinya CDC ke pendekatan berbasis sains merupakan kabar baik bagi kesehatan publik dan perjuangan kita bersalam dalam memerangi pandemi saat ini," kata Thomas File, presiden Infectious Diseases Society of America.

    Panduan terbaru CDC kini mendorong siapapun yang merasa pernah berada dekat individu terjangkit covid-19 untuk melakukan tes.

    "Karena adanya transmisi asimtomatik dan pre-simtomatik, panduan ini semakin memperkuat perlunya melakukan tes terhadap orang tanpa gejala, termasuk yang melakukan kontak dekat dengan orang yang tercatat pernah terjangkit SARS-CoV-2," sebut CDC, merujuk pada nama ilmiah Covid-19.

    CDC mendorong siapapun yang pernah berada dalam kontak dekat dengan individu terjangkit covid-19, setidaknya selama 15 menit, untuk melakukan tes.

    Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di AS hampir menyentuh angka tujuh juta dengan jumlah kematian 198.589 dan 2.556.465 pasien sembuh.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id