Kecam Pembunuhan George Floyd, Polisi AS Bertekuk Lutut

    Fajar Nugraha - 02 Juni 2020 10:21 WIB
    Kecam Pembunuhan George Floyd, Polisi AS Bertekuk Lutut
    Polisi AS di Miami-Dade bertekuk lutut di hadapan pedemo menuntut keadilan bagi George Floyd. Foto: CBS News
    Miami: Warga Amerika Serikat (AS) sudah melakukan protes menuntut keadilan bagi warga kulit hitam, George Floyd selama hampir seminggu. Pemandangan berbeda di Miami, ketika polisi bertekuk lutut di hadapan pedemo.

    Baca: Demo Floyd Meluas ke 25 Kota, WNI Diminta Tetap Waspada.

    Kerusuhan telah meluas di AS hingga ke 25 negara bagian. Ada sejumlah bentrokan keras antara penegak hukum dan demonstran di seluruh negeri, tetapi di beberapa kota, petugas berlutut solidaritas dengan demonstran.

    “Di Coral Gables, sebuah kota dekat Miami, sebuah protes damai dihadiri oleh ratusan orang pada Sabtu termasuk momen doa dengan petugas polisi,” laporan CBS Miami, yang dikutip Selasa 2 Juni 2020.

    “Gambar kuat dari demonstrasi menunjukkan petugas berlutut, kepala tertunduk, dalam solidaritas dengan pengunjuk rasa. Beberapa pengunjuk rasa meneriakkan, ‘Black Lives Matter!’ dan ‘Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian, tidak ada polisi rasis’,” imbuh laporan tersebut.

    Kepala dari dua departemen kepolisian Miami-Dade berbicara kepada orang banyak dan menjawab pertanyaan. “Petugas di belakang saya ini membela keadilan, sama seperti yang Anda minta," kata Kepala Polisi Key Biscayne, Charles Press, CBS Miami.

    Kepala Polisi Coral Gables Ed Hudak mengatakan ia dan penyelenggara protes akan terus melakukan dialog minggu ini. Kedua kepala polisi juga mengakui perlunya pelatihan yang lebih baik dan meninjau protokol.

    Adegan serupa terjadi di beberapa bagian kota New York. Meskipun telah terjadi bentrokan di beberapa bagian kota, seorang pejabat di Queens berlutut ketika pedemo meneriakkan ‘terima kasih’ dan jaga perdamaian,” lapor CBS New York. Petugas lain terlihat berlutut dalam solidaritas di Times Square pada Minggu, mendorong pelukan dari seorang demonstran.

    Di Washington sekelompok petugas berbaris dan berlutut di depan Trump International Hotel. "Ada ledakan kegembiraan dan dukungan dari warga,” tweet jurnalis CBS News, Julia Boccagno, yang merekam video adegan itu.

    Di Ferguson, Missouri, LSM Heroic Imagination menangkap momen ketika para demonstran dan petugas polisi Ferguson berlutut selama lebih dari sembilan menit dalam solidaritas. Ferguson, tempat seorang pria kulit hitam berusia 18 tahun bernama Michael Brown dibunuh oleh seorang polisi pada tahun 2014, adalah katalisator untuk protes luas terhadap kebrutalan pada saat itu.

    Kecam Pembunuhan George Floyd, Polisi AS Bertekuk Lutut
    Kepala Polisi Houston Art Acevedo bersama para pedemo. Foto: AFP

    Foto-foto dari Houston, Texas, menunjukkan Kepala Polisi Art Acevedo berjalan dengan demonstran selama aksi protes mereka. Dan di Bellevue, Washington, Kepala Polisi Steve Mylett berlutut dalam solidaritas dengan sekelompok pengunjuk rasa. Dia kemudian berbicara kepada orang banyak, mengatakan kepada mereka, "Kami bersama Anda, kami tidak menentang Anda," video menunjukkan.

    Meskipun ada beberapa video lain yang menunjukkan petugas polisi bergabung dengan demonstran dalam solidaritas, dalam banyak kasus, interaksi antara petugas polisi dan demonstran berubah menjadi kekerasan. Di beberapa kota, polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata, dan beberapa orang membakar bangunan dan menjarah toko.

    Baca: Autopsi Independen Sebut Kematian George Floyd karena Dibunuh.

    Kerusuhan itu, yang meletus ketika negara itu melonggarkan penguncian yang panjang untuk menghentikan penyebaran virus korona, dimulai dengan protes damai atas kematian seorang  George Floyd, dalam tahanan polisi di Minneapolis, Senin 25 Mei lalu.

    Rekaman video menunjukkan seorang polisi kulit putih berlutut di leher Floyd selama hampir sembilan menit sebelum dia meninggal. Derek Chauvin, seorang perwira polisi berusia 44 tahun dipecat sejak video dirinya membunuh Floyd beredar.

    Chauvin telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tingkat dua. Dia dibebaskan dengan jaminan USD 500.000 atau sekitar Rp7,2 miliar dan dijadwalkan muncul di pengadilan pada 8 Juni.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id