Ilmuwan Pfizer: Vaksin Covid-19 Bisa Mulai Disuntik pada Desember

    Fajar Nugraha - 13 November 2020 06:54 WIB
    Ilmuwan Pfizer: Vaksin Covid-19 Bisa Mulai Disuntik pada Desember
    Pfizer umumkan vaksin covid-19 yang mereka kembangkan 90 persen efektif. Foto: AFP
    Berlin: Ilmuwan BioNTech-Pfizer yang merupakan otak pengembangan vaksin virus korona (covid-19) mengatakan, Inggris bisa memulai suntik vaksin itu pada pertengahan Desember.

    Baca: Kisah Imigran Turki di Balik Suksesnya Vaksin Covid-19 Pfizer.

    Pasangan ilmuwan yang lahir dari migran Turki di Jerman berada di belakang uji coba vaksin covid-19 yang dapat mengubah dunia dalam menangani pandemi tersebut. Prof Ugur Sahin mengatakan berita bahwa vaksin BioNTech-Pfizer 90 persen efektif adalah "hasil yang luar biasa".

    Prof Sahin dan istrinya Ozlem Tureci, yang juga berasal dari Turki, mengerjakan vaksin di BioNTech, perusahaan yang mereka dirikan pada tahun 2008 di Jerman.

    "Waktu paling awal penyuplaian vaksin setidaknya sebelum pertengahan Desember," ujar Sahin, seperti dikutip Sky News, Jumat 13 November 2020.

    "Dan pertengahan Desember tidak berarti situasinya akan berubah secara dramatis. Ini akan menjadi musim dingin yang sulit. Ini akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Kita bisa kembali ke kehidupan normal pada pertengahan tahun depan,” imbuh Sahin.

    Pasangan ini adalah salah satu pendiri BioNTech dan bekerja sama dengan Pfizer dalam salah satu dari 12 uji coba vaksin terkemuka di dunia.

    Ketika ditanya tentang tekanan yang dia alami untuk merancang vaksin karena 1,29 juta orang telah meninggal karena covid-19, Sahin pun mengatakan: “Ini bukan perlombaan melawan satu sama lain, ini berpacu dengan waktu.”

    Ilmuwan berusia 55 tahun itu mengatakan bahwa dia akan siap untuk mengambil vaksinnya jika dia diizinkan.

    Dia juga menceritakan bagaimana dia memulai vaksin setelah membaca makalah ilmiah tentang wabah virus korona di Wuhan, Tiongkok. Prof Sahin mengatakan dia terkejut dengan betapa miripnya obat antibodi untuk kanker dengan yang dibutuhkan untuk vaksin virus.

    Dari sana, BioNTech menugaskan 500 orang untuk mengerjakan kemungkinan senyawa, dan mendapat dukungan dari Pfizer dan pembuat obat Tiongkok, Fosun.

    "Jelas ada kemungkinan besar itu akan menjadi pandemi global dan itu akan datang ke Jerman," kata Prof Sahin kepada Sky News.

    "Itu adalah keputusan logis untuk memulai secepat mungkin. Sangat jelas bahwa kami tidak punya waktu untuk kalah,” pungkasnya.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id