AS akan Hapus Houthi dari Daftar Teroris Pekan Depan

    Marcheilla Ariesta - 13 Februari 2021 16:27 WIB
    AS akan Hapus Houthi dari Daftar Teroris Pekan Depan
    Menlu AS Antony Blinken di Washington pada 4 Februari 2021. (SAUL LOEB/AFP)



    Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken mengumumkan rencana menghapus pemberontak Houthi Yaman dari daftar organisasi teror. Langkah ini akan diresmikan pada Selasa mendatang.

    "Keputusan ini merupakan pengakuan atas situasi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman," kata Blinken dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman The National pada Sabtu, 13 Februari 2021.




    "Kami telah mendengarkan peringatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kelompok kemanusiaan, dan anggota bipartisan Kongres. Mereka menyebut penetapan (status teroris terhadap Houthi) dapat berdampak buruk pada Yaman, terutama mengenai penyaluran komoditas dasar seperti bahan bakar dan makanan," imbuhnya.

    Ia menuturkan pencabutan label teroris bertujuan agar bantuan kemanusiaan kepada warga Yaman tersalurkan dengan lancar. Blinken menyebut warga Yaman telah begitu lama menderita, di tengah krisis kemanusiaan yang disebut PBB sebagai terburuk di era modern.

    "Dengan berfokus pada upaya meringankan situasi kemanusiaan di Yaman, kami berharap pihak-pihak di Yaman juga dapat fokus untuk terlibat dalam dialog damai," seru Blinken.

    Pemerintahan Biden pertama kali memberi tahu Kongres bahwa mereka akan mencabut pelabelan teroris Houthi pekan kemarin.

    Baca:  Houthi Serang Bandara di Arab Saudi, Sebuah Pesawat Terbakar

    Pelabelan teroris terhadap Houthi dilakukan mantan Menlu Mike Pompeo pada Januari. Langkah itu dilakukan setelah pemerintahan mantan presiden Donald Trump memotong bantuan ke wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman tahun lalu.

    Pengumuman tersebut datang setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan 400 ribu anak di Yaman, berusia di bawah lima tahun berisiko meninggal tahun ini karena malnutrisi parah.

    Sekitar 2 juta anak Yaman di bawah usia lima tahun juga berpotensi kekurangan gizi.

    "Semua ini demi anak-anak dan warga sipil di Yaman, bahwa semua pemimpin Yaman dan mereka yang berada di luar negara itu harus bergerak ke arah yang sama demi menuju gencatan senjata nasional," juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric.

    Meski hendak mencabut label teroris dari Houthi, pemerintahan Biden belum membatalkan kebijakan pemotongan bantuan AS ke Yaman.

    "Perubahan kebijakan Presiden Biden berikutnya mengenai isu Yaman harus mengenai pemulihan bantuan kemanusiaan ke semua bagian di Yaman," imbau manajer legislatif untuk kebijakan Timur Tengah di Friends Committee on National Legislation, Hassan El-Tayyap.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id