WHO: Varian Covid-19 India Jadi Kekhawatiran Global

    Willy Haryono - 11 Mei 2021 09:42 WIB
    WHO: Varian Covid-19 India Jadi Kekhawatiran Global
    Kepala Urusan Teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, dalam sebuah konferensi pers. (AFP)



    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India tahun lalu, saat ini diklasifikasikan sebagai "varian kekhawatiran global." Beberapa studi awal menunjukkan bahwa varian tersebut jauh lebih mudah menular daripada versi aslinya.

    Varian B.1.617 adalah varian keempat yang dinyatakan sebagai varian kekhawatiran global oleh WHO. Tiga varian lainnya adalah yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

     



    "Kami mengklasifikasikan (varian India) ini sebagai varian yang menimbulkan kekhawatiran di level global," ucap Kepala Urusan Teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, dalam sebuah konferensi pers.

    "Ada sejumlah informasi terkait varian ini yang mengindikasikan peningkatan kemampuan penularan," sambungnya, dikutip dari laman CGTN pada Selasa, 11 Mei 2021.

    Senin kemarin, jumlah kasus dan kematian harian akibat Covid-19 di India masih relatif tinggi sejak gelombang kedua virus tersebut menerjang seantero negeri. Hal ini semakin meningkatkan seruan kepada pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi untuk memberlakukan penguncian (lockdown) berskala nasional.

    WHO mengatakan varian B.1.617 pertama kali teridentifikasi di India pada Desember tahun lalu, meski versi yang lebih awal terdeteksi dua bulan sebelumnya.

    B.1.617 sudah menyebar ke sejumlah negara. Untuk meredam penyebaran lebih lanjut, negara-negara tersebut menghentikan segala bentuk perjalanan dari India.

    Baca:  Serba-serbi Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan dan India, Lebih Menular

    Van Kerkhove mengatakan, informasi lanjutan mengenai varian India dan tiga turunannya akan diumumkan pada Selasa ini. "Meski beberapa studi memperlihatkan peningkatan penularan, kami memerlukan informasi tambahan mengenai varian ini," tuturnya.

    Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO, mengatakan bahwa studi varian B.1.617 sedang berlangsung di India. Studi dilakukan untuk memeriksa kemampuan penularan, keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan respons terhadap antibodi di tubuh orang yang sudah divaksinasi.

    "Apa yang kami ketahui saat ini adalah, vaksin-vaksin, diagnosis, dan perawatan yang tersedia tetap efektif (terhadap varian India)," ungkapnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id