Anak Trump Klaim Hampir Tak Ada Lagi Kematian Covid-19 di AS

    Willy Haryono - 31 Oktober 2020 10:03 WIB
    Anak Trump Klaim Hampir Tak Ada Lagi Kematian Covid-19 di AS
    Donald Trump Jr, anak dari Presiden AS Donald Trump (AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah mengklaim bahwa kematian akibat virus korona (covid-19) di AS sudah "jauh menurun." Sementara anaknya, Donald Trump Jr, mengatakan bahwa kematian pasien covid-19 di AS "sudah hampir tidak ada lagi."

    Kedua pernyataan tersebut tidak benar. Berdasarkan data terbaru Johns Hopkins University (JHU), AS mencatat 88.521 infeksi baru covid-19 dengan tambahan 971 kematian per hari Jumat, 30 Oktober.

    Angka 971 kematian secara umum sama dengan rata-rata pasien meninggal akibat covid-19 di AS dalam beberapa pekan terakhir.

    Lebih dari 40 ribu warga AS saat ini sedang dirawat akibat covid-19. Ada kekhawatiran angka kematian akibat covid-19 di AS dapat melonjak, karena biasanya data ini relatif lebih lamban keluar dibanding jumlah kasusnya.

    Klaim Donald Trump Jr mengenai angka kematian covid-19 di AS disampaikan dalam program Fox News pada Jumat malam. 

    "Saya telah memeriksa data CDC, karena saya terus mendengar mengenai infeksi baru (covid-19). Tapi mengapa mereka tidak membicarakan mengenai kematian (akibat covid-19)?" tanya Donald Trump Jr kepada Laura Ingraham dari Fox News, dilansir dari laman nzherald.co.nz pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

    "Itu karena angkanya sudah hampir tidak ada, karena kami sudah berhasil mengendalikan virus ini. Kami memahami virus ini, kami juga memiliki metode-metode terapi. Jika Anda melihat hal ini, lihat saja di Instagram saya, (angka kematian akibat covid-19) sudah hampir tidak ada," sambungnya.

    Ingraham bertanya kepada Donald Trump Jr mengenai komentar Dr Sanjay Gupta, salah satu komentator medis di CNN. Gupta mengatakan 82 persen dari tur kampanye Trump diikuti dengan peningkatan jumlah infeksi di tempat acaranya berlangsung.

    Tiap-tiap acara kampanye Trump, sambung Gupta, diikuti ribuan orang yang berkumpul tanpa menerapkan aturan menjaga jarak sosial (social distancing). Sebagian besar dari mereka juga tidak memakai masker.

    "Acara kampanye ini seharusnya tidak terjadi. Jangan pergi ke acara seperti itu. Jika Anda pergi ke perkumpulan ratusan orang, tidak diragukan lagi ada virus yang hadir di sana," tutur Gupta.

    Donald Trump Jr merespons pertanyaan tersebut, dengan mempertanyakan status Gupta. Ia mempertanyakan mengapa sejumlah orang mengkritik Dr Scott Atlas, tapi tidak Dr Sanjay Gupta.

    "Orang-orang menyerang Scott Atlas karena dia bukan epidemiolog, tapi kini secara ajaib Sanjay Gupta menjadi epidemiolog? Yang benar saja," ucap Donald Trump Jr.

    Gupta adalah seorang ahli bedah syaraf, yang sudah berkecimpung dalam jurnalisme medis sejak 2003. Sementara Atlas adalah dokter syaraf kontroversial di Gedung Putih,  yang pernah mempertanyakan efektivitas masker dalam meredam penyebaran covid-19.

    Baca:  Kematian akibat Covid-19 di AS Diestimasi 500 Ribu pada Februari

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id