AS Akan Gabung dengan Inisiatif Vaksin Covid-19 WHO, COVAX

    Fajar Nugraha - 22 Januari 2021 13:16 WIB
    AS Akan Gabung dengan Inisiatif Vaksin Covid-19 WHO, COVAX
    Dr Anthony Fauci tegaskan bahwa Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Joe Biden akan gabung COVAX. Foto: AFP



    Jenewa: Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden bermaksud untuk bergabung dengan fasilitas vaksin COVAX. Ini adalah inisiatif yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertujuan untuk mengirimkan vaksin covid-19 ke negara-negara miskin.

    Kepastian mengenai bergabungnya Amerika Serikat disampaikan oleh Kepala Penasihat Kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci pada Kamis 21 Januari 2021.






    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut baik pengumuman tersebut kepada Dewan Eksekutif WHO, dengan mengatakan: "Ini adalah hari yang baik untuk WHO dan hari yang baik untuk kesehatan global."

    Fauci, berbicara dari Washington melalui konferensi video sehari setelah Biden dilantik, mengatakan: "Presiden Biden akan mengeluarkan arahan hari ini yang akan mencakup niat Amerika Serikat untuk bergabung dengan COVAX dan mendukung ACT-Accelerator untuk memajukan upaya multilateral untuk covid-19 distribusi vaksin, terapi, dan diagnostik, akses yang adil, serta penelitian dan pengembangan."

    “Amerika Serikat akan berhenti mengurangi jumlah staf AS di WHO dan akan membayar kewajiban keuangannya,” tegas Fauci.

    Menurut Fauci, Amerika Serikat akan mendukung "ACT Accelerator”. Ini adalah upaya payung termasuk COVAX yang juga berfokus pada pendistribusian alat diagnostik dan terapi virus korona ke negara-negara di seluruh dunia.

    Menurut WHO gelombang pertama vaksin virus korona diperkirakan akan dikirim ke negara-negara miskin pada Februari di bawah skema COVAX yang dijalankan oleh WHO dan aliansi vaksin GAVI. Namun WHO mengemukakan kekhawatiran bahwa negara-negara yang lebih kaya masih mendapatkan bagian terbesar dari suntikan vaksin yang tersedia.

    Pendahulu Biden Donald Trump menghentikan pendanaan ke WHO, di mana Amerika Serikat adalah donor terbesar. Trump bahkan mengumumkan proses untuk menarik diri dari badan tersebut pada Juli 2021 dalam apa yang dipandang sebagai bagian dari mundurnya AS yang lebih luas dari organisasi multilateral.

    "WHO adalah keluarga bangsa-bangsa dan kami semua senang bahwa AS tetap tinggal di keluarga itu," pungkas Tedros.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id