Joe Biden Tak Berniat Bertemu Langsung Kim Jong-un

    Willy Haryono - 30 Maret 2021 08:42 WIB
    Joe Biden Tak Berniat Bertemu Langsung Kim Jong-un
    Presiden AS Joe Biden dalam acara di Washington pada Senin, 29 Maret 2021. (Drew Angerer / / Getty / AFP)



    Washington: Beberapa hari usai Korea Utara memicu kekhawatiran Amerika Serikat atas peluncuran misil balistik, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada awak media bahwa Presiden Joe Biden mungkin tidak ingin bertemu langsung pemimpin Korut Kim Jong-un.

    Senin kemarin, awak media bertanya kepada Psaki mengenai apakah Biden akan bertemu Kim usai sang presiden pernah berkata "siap melakukan semacam diplomasi" dengan Korut.






    Pernyataan Biden disampaikan pada 24 Maret lalu usai Korut meluncurkan dua rudal balistik yang merupakan bentuk pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    "Saya rasa pendekatan beliau akan berbeda, dan (bertemu langsung Kim Jong-un) itu bukanlah niatannya," kata Psaki, dilansir dari laman The Straits Times pada Selasa, 30 Maret 2021.

    Komentar Psaki terlontar saat Washington sedang mengkaji kembali kebijakan-kebijakan seputar Pyongyang. Sebelumnya pada pemerintahan Donald Trump, AS memberlakukan pendekatan diplomasi dengan menggelar beberapa konferensi tingkat tinggi.

    Menurut sejumlah pengamat, Biden terlihat seperti berusaha keras untuk menjauhkan diri dari pendekatan yang sebelumnya diambil Trump dalam menghadapi Kim Jong-un.

    "Pemerintahan Biden sebaiknya berhenti untuk memperlihatkan bahwa mereka itu berbeda dari apa yang sudah dilakukan Trump dulu. Pertanyaan saat ini adalah bagaimana AS dapat mendorong diplomasi (atas isu Korut)," kata John Delury, seorang analis urusan Korea Utara dari Yonsei University.

    Baca:  Korut Abaikan Upaya Komunikasi Joe Biden Sejak Februari

    Delury menilai pernyataan Psaki mungkin tidak mewakili tujuan pemerintahan Biden sepenuhnya dalam menghadapi isu Korut. Ia memandang pernyataan Psaki hanyalah usaha pemerintahan saat ini untuk tampil beda dari era Trump.

    C Harrison Kim, seorang pakar Korut, mengatakan bahwa Gedung Putih mungkin akan mendorong dialog yang melibatkan banyak pihak terkait isu Pyongyang. Menurutnya, Kongres AS akan lebih mendukung kebijakan ini dibanding KTT seperti di era Trump yang dipandang tidak produktif.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id