comscore

Pil Pfizer Diklaim Hampir 90 Persen Cegah Rawat Inap dan Kematian Covid-19

Medcom - 15 Desember 2021 12:46 WIB
Pil Pfizer Diklaim Hampir 90 Persen Cegah Rawat Inap dan Kematian Covid-19
Logo perusahaan Pfizer. (AFP)
New York: Perusahaan Pfizer mengatakan bahwa pil Covid-19 buatan mereka menunjukkan kemanjuran hampir 90 persen dalam mencegah rawat inap dan kematian di kalangan pasien berisiko tinggi.

Data laboratorium terbaru memperlihatkan bahwa pil Pfizer, Paxlovid, mampu mempertahankan efektivitas perlindungan terhadap Omicron yang menyebar lebih cepat dari varian Covid-19 lainnya.

 



Dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 15 Desember 2021, produsen obat asal Amerika Serikat (AS) itu mengatakan pada bulan lalu bahwa Paxlovid memiliki efektivitas sekitar 89 persen dalam mencegah rawat inap atau kematian bila dibandingkan dengan plasebo, berdasarkan hasil interim dalam klinis sekitar 1.200 orang. 

Data terakhir uji klinis dirlis pada Selasa kemarin, yang ternyata meliputi tambahan 1.000 relawan. Tak ada seorang pun yang meninggal dalam uji coba pil Pfizer tersebut, dibandingkan dengan 12 kematian di kalangan penerima plasebo.

Dalam uji klinis, pil Pfizer diminum dengan obat ritonavir setiap 12 jam selama lima hari. Konsumsi pil dalam uji klinis ini dimulai sesegera mungkin setelah timbul gejala.

"Ini hasil yang menakjubkan," kata Kepala Petugas Ilmiah Pfizer, Mikael Dolsten dalam sebuah wawancara.

"Kita berbicara mengenai pencegahan rawat inap dan jumlah nyawa yang dapat diselamatkan. Dan tentu saja, jika pil ini dikonsumsi segera setelah infeksi, maka kita dapat mengurangi penularan secara dramatis," ujar Dolsten.

Pfizer juga merilis data awal dari studi kedua yang menunjukkan bahwa penggunaan Paxlovid mengurangi risiko rawat inap sekitar 70 persen dalam uji coba dalam skala yang lebih kecil di kalangan orang dewasa berisiko standar. Uji klinis ini juga meliputi beberapa orang yang sudah divaksinasi namun masih berisiko mengalami gejala Covid-19.

Baca:  Vaksin Booster Pfizer-BioNTech Diklaim Mampu Cegah Infeksi Omicron

Hasil uji klinis terbaru ini, lanjut Pfizer, menunjukkan tren positif namun tidak signifikan secara statistik. Pfizer akan meneruskan skema ini dan berencana merilis data dari 20 persen terakhir peserta uji klinis yang melibattkan 1.100 pasien.

Dolsten berharap izin penggunaan darurat dapat diberikan kepada individu berisiko tinggi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan badan regulator lainnya. Ia merasa izin Paxlovid dapat dikeluarkan tanpa perlu adanya pertemuan panel penasihat FDA.

"Kami sedang berdialog seputar regulasi dengan Eropa dan Inggris, dan kami juga sedang berdiskusi dengan sebagian besar regulator di dunia," ucap Dolsten. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id