Biden Dukung Pengabaian Perlindungan Kekayaan Intelektual Vaksin Covid-19

    M Sholahadhin Azhar - 06 Mei 2021 05:53 WIB
    Biden Dukung Pengabaian Perlindungan Kekayaan Intelektual Vaksin Covid-19
    Pemerintahan Presiden AS Joe Biden dukung pengabaian perlindungan kekayaan intelektual untuk tingkatkan produksi vaksin covid-19. Foto: AFP



    Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan dukungan untuk mengabaikan perlindungan kekayaan intelektual untuk vaksin covid-19. Ini sebuah terobosan bagi upaya internasional untuk menangguhkan aturan paten saat pandemi berkecamuk di India dan Amerika Selatan.

    Amerika Serikat telah menjadi hambatan utama di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas proposal untuk menangguhkan perlindungan kekayaan intelektual dalam upaya untuk meningkatkan produksi vaksin virus korona. Tetapi Presiden Biden mendapat tekanan yang meningkat untuk memberikan dukungannya atas proposal tersebut, termasuk dari banyak anggota Kongres Demokrat.

     



    Katherine Tai, perwakilan perdagangan Amerika Serikat, mengumumkan posisi administrasi dalam sebuah pernyataan pada Rabu.

    "Ini adalah krisis kesehatan global, dan keadaan luar biasa dari pandemi covid-19 memerlukan tindakan luar biasa," kata Tai, seperti dikutip The New York Times, Kamis 6 Mei 2021.

    "Pemerintah sangat meyakini perlindungan kekayaan intelektual, tetapi dalam layanan untuk mengakhiri pandemi ini, mendukung pengabaian perlindungan tersebut untuk vaksin covid-19,” ungkapnya.

    Tai menambahkan bahwa Amerika Serikat akan berpartisipasi dalam negosiasi di WTO atas masalah tersebut menambahkan, "Negosiasi tersebut akan memakan waktu mengingat sifat lembaga yang berbasis konsensus dan kompleksitas masalah yang terlibat."

    Aktivis telah mendesak pengabaian tetapi juga mengatakan bahwa pengabaian saja tidak akan meningkatkan pasokan vaksin dunia. Itu harus disertai dengan proses yang dikenal sebagai "transfer teknologi", di mana pemegang paten memberikan pengetahuan teknis dan personel.

    “Ini adalah permulaan,” kata Gregg Gonsalves, ahli epidemiologi Universitas Yale dan aktivis AIDS yang telah lama mendesak pengabaian tersebut.

    "Kami membutuhkan penulisan teks pengabaian ini sekarang agar transparan dan publik, tetapi seperti yang selalu kami katakan bahwa kami memerlukan transfer teknologi sekarang,” ujar Gonsalves.

    Rabu pagi, anggota WTO mengadakan putaran lain diskusi tentang pengabaian perlindungan kekayaan intelektual. Diskusi lebih lanjut diharapkan dalam beberapa minggu mendatang, karena India dan Afrika Selatan, yang mengusulkan pengabaian, sedang mempersiapkan rencana yang direvisi untuk dipertimbangkan oleh negara-negara.

    Ngozi Okonjo-Iweala, Direktur Jenderal WTO, mendesak anggota untuk melanjutkan negosiasi atas teks rencana tersebut.

    “Saya sangat yakin bahwa begitu kita dapat duduk dengan teks yang sebenarnya di depan kita, kita akan menemukan jalan pragmatis ke depan,” pungkasnya pada pertemuan Dewan Umum organisasi.

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id