PM Inggris Pastikan Vaksin AstraZeneca Terjangkau

    Marcheilla Ariesta - 25 November 2020 17:31 WIB
    PM Inggris Pastikan Vaksin AstraZeneca Terjangkau
    Vaksin AstraZeneca disebut lebih terjangkau. Foto: AFP.
    London: Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa vaksin yang dikembangkan University of Oxford dan AstraZeneca jauh lebih murah. Selain itu, vaksin ini juga akan lebih mudah disimpan dan diangkut dibanding vaksin lainnya yang akan segera dipasarkan.

    "Vaksin AstraZeneca, sebagian pendanaannya berasal dari pajak yang dibayarkan oleh warga Inggris dan berkolaborasi dengan perusahaan Inggris yang hebat," kata Johnson, dalam pernyataan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 25 November 2020.

    "Harga vaksin ini terjangkau dan mudah digunakan, serta sangat efektif," imbuhnya.

    Dalam pernyataan University of Oxford, vaksin tersebut menunjukkan dapat mengurangi penularan virus dari penurunan infeksi asimtomatik. Vaksin yang mereka kembangkan, sejauh ini tidak ada laporan efek samping hingga rawat inap pada para relawan.

    "Temuan ini menunjukkan bahwa kami memiliki vaksin efektif yang akan menyelamatkan banyak nyawa. Bagian menarik, kami menemukan bahwa salah satu dari aturan pemberian dosis kami, sekitar 90 persen terbukti efektif," tutur Direktur Oxford Vaccine Group dan Kepala Investigator Uji Coba Vaksin Oxford, Profesor Andrew Pollard.

    "Jika aturan pemberian dosis ini digunakan, akan ada lebih banyak orang yang bisa divaksinasi dengan pasokan vaksin yang sudah direncanakan," serunya.

    Vaksin Oxford (ChAdOx1 nCoV-19) dibuat dari virus, yang merupakan versi lemah dari virus flu biasa (adenovirus), yang telah diubah secara genetik sehingga sangat tidak mungkin virus tersebut tumbuh pada manusia.
     
    Vaksin adenovirus telah diteliti dan digunakan secara ekstensif selama beberapa dekade dan memiliki manfaat yang signifikan karena vaksin ini stabil, mudah diproduksi dan diangkut, serta bisa disimpan pada suhu lemari es secara lokal dengan temperatur 2 hingga 8 derajat Celcius. 

    Artinya, vaksin dapat dengan mudah didistribusikan dengan menggunakan fasilitas medis yang ada seperti ruang operasi dokter dan apotek lokal sehingga memungkinkan vaksin ini, jika disetujui, dapat digunakan dengan sangat cepat.

    Vaksin ini telah diuji klinis di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan sejak April. Uji coba lebih lanjut saat ini sedang dilakukan di Amerika Serikat, Kenya, Jepang, dan India.

    Produksi vaksin dengan skala besar saat ini sedang berlangsung di lebih dari 10 negara untuk mendukung akses global yang adil. Elemen kunci kemitraan Oxford dengan AstraZeneca adalah komitmen bersama untuk menyediakan vaksin bagi semua masyarakat dunia selama pandemi tanpa mengambil untung.

    Komitmen ini, kata Pollard, akan terus berlangsung selama diperlukan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id