Gugatan Pemilu Donald Trump di Pennsylvania Ditolak Pengadilan

    Fajar Nugraha - 28 November 2020 07:09 WIB
    Gugatan Pemilu Donald Trump di Pennsylvania Ditolak Pengadilan
    Pengadilan tolak gugatan Donald Trump atas hasil pemilu di Pennsylvania. Foto: AFP
    Washington: Pengadilan banding federal pada Jumat 27 November 2020 menolak gugatan Presiden AS Donald Trump untuk memblokir Presiden terpilih Joe Biden agar tidak dinyatakan sebagai pemenang di Pennsylvania. Hasil ini memberikan kemunduran signifikan lainnya pada upaya Trump untuk membatalkan pemilihan 3 November.

    "Pemilu yang bebas dan adil adalah sumber kehidupan demokrasi kita. Tuduhan ketidakadilan serius. Tetapi menyebut pemilu tidak adil tidak berarti demikian," tulis hakim Mahkamah Agung AS, Stephanos Bibas atas nama panel tiga hakim, seperti dikutip AFP, Sabtu 28 November 2020.

    “Gutatan membutuhkan tuduhan khusus dan kemudian bukti. Kami tidak memiliki keduanya di sini," tulis Bibas, yang dicalonkan oleh Trump.

    "Ke SCOTUS!" tulis Jenna Ellis, pengacara kampanye Trump, di Twitter setelah keputusan itu, merujuk pada banding yang direncanakan ke Mahkamah Agung AS. "Mesin peradilan di Pennsylvania terus menutupi tuduhan penipuan besar-besaran,” tegas Ellis.

    Pennsylvania mensertifikasi Biden, yang memenangkan negara bagian dengan 80.000 suara, sebagai pemenangnya minggu ini. Di bawah undang-undang Pennsylvania, kandidat yang memenangkan suara populer di negara bagian itu mendapatkan semua dari 20 suara elektoral negara bagian.

    Trump, seorang Republikan, telah menolak untuk menyerah kepada saingan Demokratnya dan terus mengklaim tanpa bukti penipuan pemilih yang meluas.

    Tetapi karena tantangan hukumnya terhadap hasil pemilu gagal, Trump mengatakan pada Kamis bahwa dia akan meninggalkan Gedung Putih jika Electoral College Vote atau suara elektoral memilih Biden ketika bertemu pada 14 Desember, yang paling mendekati dia untuk mengakui pemilihan.

    Pada Senin, pemerintahan Trump membuka jalan bagi Biden untuk bertransisi ke Gedung Putih, memberinya akses ke pengarahan dan pendanaan bahkan ketika Trump berjanji untuk terus memperjuangkan hasil pemilihan.

    Biden memenangkan pemilu 306-232 suara elektoral, termasuk Pennsylvania 20. Bahkan jika Trump membatalkan hasil di Pennsylvania, dia masih perlu membalikkan hasil di setidaknya dua negara bagian lain untuk tetap sebagai presiden.

    Kehabisan waktu

    Ketika Trump dan para pendukungnya terus melakukan gugatan hukum, waktu hampir habis karena negara bagian memiliki waktu hingga 8 Desember untuk menyelesaikan sengketa pemilu.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id