Relawan Meninggal, Uji Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tetap Dilanjutkan

    Fajar Nugraha - 22 Oktober 2020 11:48 WIB
    Relawan Meninggal, Uji Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tetap Dilanjutkan
    AstraZeneca tetap melanjutkan pengembangan vaksin covid-19 setelah ada relawan yang meninggal. Foto: AFP
    Brasilia: Kabar mengenai meninggalnya relawan uji vaksin covid-19 dari AstraZeneca di Brasil menyita perhatian. Namun penyelenggara uji vaksin menegaskan bahwa prosedur pengujian masih tetap berlanjut.

    Relawan yang meninggal adalah seorang dokter muda yang telah merawat pasien covid-19 sejak Maret di ruang gawat darurat dan unit perawatan intensif di dua rumah sakit di Rio de Janeiro, kata Globo Times.

    Baca: Relawan Uji Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal di Brasil.

    Namun, penyelenggara studi mengatakan tinjauan independen telah menyimpulkan tidak ada masalah keamanan dan pengujian vaksin akan terus berlanjut.

    The Federal University of Sao Paulo yang membantu mengoordinasikan uji klinis Fase Tiga di Brasil, mengatakan komite peninjau independen juga merekomendasikan uji coba dilanjutkan. Pihak universitas sebelumnya mengonfirmasi bahwa relawan itu adalah orang Brasil tetapi tidak memberikan rincian pribadi lebih lanjut.

    "Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, tanpa catatan komplikasi serius terkait vaksin yang melibatkan sukarelawan yang berpartisipasi," kata The Federal University of Sao Paulo dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 22 Oktober 2020.

    Regulator kesehatan nasional Brasil, Anvisa, mengonfirmasi telah diberitahu tentang kasus tersebut pada 19 Oktober.

    Institut Penelitian dan Pengajaran D'Or (IDOR), yang membantu mengatur tes di Brasil mengatakan, tinjauan independen itu "tidak menimbulkan keraguan tentang keamanan studi, dan merekomendasikannya untuk dilanjutkan".

    Ini adalah kematian pertama yang dilaporkan dalam berbagai uji coba vaksin virus korona yang berlangsung di seluruh dunia. Meskipun laporan media mengatakan dia telah menerima plasebo, bukan vaksin uji.

    Pemerintah federal Brasil memiliki rencana untuk membeli vaksin Inggris itu dan memproduksinya di pusat penelitian biomedis FioCruz di Rio de Janeiro. Sementara vaksin pesaing dari Sinovac Biotech dari Tiongkok sedang diuji oleh pusat penelitian Institut Butantan negara bagian Sao Paulo.

    Brasil memiliki wabah virus korona paling mematikan kedua setelah Amerika Serikat, dengan lebih dari 154.000 orang tewas. Negeri Samba memiliki jumlah kasus terbesar ketiga, dengan lebih dari 5,2 juta terinfeksi, setelah Amerika Serikat dan India.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id