comscore

Putin dan Biden Tidak Akan Berteman Tetapi Berada di Jalur yang Sama

Surya Perkasa - 17 Juni 2021 07:19 WIB
Putin dan Biden Tidak Akan Berteman Tetapi Berada di Jalur yang Sama
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Jenewa, Swiss. Foto: AFP
Jenewa: Tidak ada pembicaraan menatap ‘jiwa’ antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan puncak antara Putin dan Biden di Jenewa, Swiss justru tentang saling menghormati.

Sebaliknya, pertemuan puncak pertama Putin dengan Presiden AS yang kelima kali pada masa jabatannya adalah tentang saling menghormati mengarah pada hubungan yang lebih dapat diprediksi, jika keadaan masih tegang.
Baca: Bertemu Biden, Putin Tegaskan Tak Ada Serangan Siber ke AS.

Berbeda dengan para pendahulunya, Biden tidak membuat saran yang dia harapkan untuk mengatur ulang hubungan. Presiden ke-46 AS itu telah menumpuk tekanan pada Rusia atas kekhawatiran termasuk dugaan campur tangan pemilu, serangan oleh penjahat dunia maya terhadap Colonial Pipeline dan infrastruktur AS lainnya dan atas keracunan dan pemenjaraan oposisi Rusia, Alexei Navalny.

Tetapi setelah pernyataan sebelumnya yang termasuk menyebut Putin ‘seorang pembunuh’, Biden pada malam KTT menggambarkan pemimpin Rusia itu sebagai ‘musuh yang layak’. Pada konferensi pers sesudahnya mengatakan bahwa mereka akan melihat di mana keduanya memiliki kepentingan bersama.

Putin, yang pada pertemuan puncak 2018 dengan Donald Trump di Helsinki secara luas dipandang mendominasi, menyebut Biden "seorang politisi yang sangat berpengalaman" yang mampu berbicara dengan sangat rinci dalam "sangat konstruktif" lebih dari tiga jam pembicaraan.

"Biden umumnya adalah seseorang yang menginginkan hubungan yang konstruktif. Dia tidak menganggap Putin sebagai teman," kata Ian Bremmer, presiden perusahaan pemantau risiko politik Eurasia Group, seperti dikutip AFP, Kamis 17 Juni 2021.

Mirip dengan pandangannya tentang Presiden Tiongkok Xi Jinping, Biden "tidak mempercayai mereka tetapi dia mengharapkan Rusia akan bertindak untuk kepentingannya dan kedua negara memiliki beberapa kepentingan yang tumpang tindih dan di mana kita harus bekerja sama," kata Bremmer.

Bremmer mengatakan ujian hubungan akan datang sesudahnya.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id