comscore

Turki Kecam Dukungan Swedia dan Finlandia Terhadap Pemberontak PKK

Fajar Nugraha - 15 Mei 2022 11:57 WIB
Turki Kecam Dukungan Swedia dan Finlandia Terhadap Pemberontak PKK
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan desak negara Nordik negosiasi terkait dukungan ke PKK. Foto: AFP
Ankara: Turki kecam dukungan Swedia, Finlandia untuk pemberontak Kurdi di pertemuan NATO. Bagi Turki, sikap dukungan terhadap pemberontak Kurdi sebagai 'tidak dapat diterima dan keterlaluan'.

Baik Swedia dan Finlandia adalah calon anggota baru Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Jika mereka berhasil bergabung, tentunya akan terus bersinggungan dengan Turki yang sudah menjadi anggota.
Swedia dan Finlandia diketahui memberikan dukungan kepada PKK, sebuah kelompok pemberontak Kurdi yang ditunjuk sebagai organisasi "teroris" oleh Ankara dan sekutu Baratnya. PKK (Partai Pekerja Kurdistan) telah mengobarkan pemberontakan melawan negara Turki sejak 1984 yang telah merenggut nyawa puluhan ribu orang.

Kritik Turki terhadap Swedia dan Finlandia berpotensi memperumit rencana perluasan NATO.

“Masalahnya adalah bahwa kedua negara ini secara terbuka mendukung dan terlibat dengan PKK dan YPG (Unit Perlindungan Rakyat),” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Sabtu ketika ia tiba di Berlin untuk pertemuan dengan rekan-rekan NATO, seperti dikutip AFP, Minggu 15 Mei 2022.

“Ini adalah organisasi teroris yang telah menyerang pasukan kami setiap hari,” kata Cavusoglu.

“Oleh karena itu, tidak dapat diterima dan keterlaluan bahwa teman dan sekutu kita mendukung organisasi teroris ini,” imbuhnya.

“Ini adalah masalah yang perlu kita bicarakan dengan sekutu NATO kita, serta negara-negara ini (Swedia dan Finlandia),” tegas Cavusoglu.

Menteri Luar Negeri Latvia Edgar Rinkevics mengatakan bahwa NATO akan menemukan solusi ‘masuk akal’ untuk penerimaan Finlandia dan Swedia sebagai anggota baru meskipun ada kekhawatiran Turki.
 


“Kami telah melakukan diskusi itu dalam aliansi berkali-kali sebelumnya. Saya pikir kami selalu menemukan solusi yang masuk akal, dan kami akan menemukannya kali ini juga,” katanya kepada wartawan di Berlin.

“Keanggotaan Swedia dan Finlandia sangat penting bagi seluruh aliansi, dan pada akhirnya juga bagi Turki,” kata Rinkevics.

Step Vaessen dari Al Jazeera, melaporkan dari Berlin, mengatakan aplikasi Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO diharapkan dalam beberapa hari mendatang.

“Ini adalah momen bersejarah yang besar bagi kedua negara yang telah netral untuk waktu yang lama,” sebut Vaessen, seraya menambahkan bahwa tindakan Rusia di Ukraina telah “mendorong mereka ke arah NATO”.

Semua 30 anggota NATO harus menyetujui aplikasi mereka dan proses penerimaan kemungkinan akan memakan waktu beberapa bulan, kata Vaessen, menjelaskan bahwa selama "yang disebut periode abu-abu", antara aplikasi dan keanggotaan, yang paling memprihatinkan bagi kedua negara. “Selama periode ini, Swedia dan Finlandia tidak akan memiliki perlindungan pertahanan kolektif dari Pasal 5 NATO, yang menetapkan bahwa serangan terhadap satu, adalah serangan terhadap semua,” ucapnya.

Negosiasi

Juru Bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan, sebelumnya pada Sabtu bahwa Turki tidak menutup pintu bagi Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO. Tetapi negosiasi diperlukan dengan negara-negara Nordik dan tindakan keras terhadap apa yang dipandang Ankara sebagai kegiatan teroris.
 


Turki menganggap YPG, pejuang Kurdi yang didukung AS yang berbasis di Suriah, sebagai organisasi “teroris”. Ankara memandang YPG sebagai afiliasi PKK.

“Kami tidak menutup pintu. Tapi kami pada dasarnya mengangkat masalah ini sebagai masalah keamanan nasional untuk Turki,” Kalin, yang juga penasihat kebijakan luar negeri presiden.

Kalin mengatakan PKK sedang menggalang dana dan merekrut di Eropa dan kehadirannya “kuat dan terbuka dan diakui” di Swedia, khususnya.

“Yang perlu dilakukan jelas: Mereka harus berhenti membiarkan outlet, kegiatan, organisasi, individu, dan jenis kehadiran PKK lainnya ada di negara-negara itu,” katanya.

“Kita akan melihat bagaimana keadaannya. Tapi ini adalah poin pertama yang ingin kami sampaikan kepada semua sekutu, serta otoritas Swedia,” tambahnya.

Erdogan mengejutkan anggota NATO dan kedua negara Nordik dengan mengatakan pada Jumat bahwa tidak mungkin bagi Turki untuk mendukung perluasan aliansi militer ketika Finlandia dan Swedia adalah "rumah bagi banyak organisasi teroris".

Setiap negara yang ingin bergabung dengan NATO membutuhkan dukungan bulat dari negara-negara anggota. Amerika Serikat dan negara-negara anggota lainnya telah berusaha untuk mengklarifikasi posisi Ankara di Finlandia dan Swedia.

Swedia dan mitra militer terdekatnya, Finlandia, sampai sekarang tetap berada di luar NATO, yang didirikan pada tahun 1949 untuk melawan Uni Soviet dalam Perang Dingin.

Kedua negara waspada untuk memusuhi Moskow, tetapi kekhawatiran keamanan mereka meningkat sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

(FJR)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id