comscore

AS Tuduh Kuba Manfaatkan KTT Amerika Jadi Alat Propaganda

Medcom - 20 Mei 2022 17:02 WIB
AS Tuduh Kuba Manfaatkan KTT Amerika Jadi Alat Propaganda
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP
Washington: Pemerintahan Presiden Joe Biden pada Kamis, 19 Mei 2022 menuduh Kuba memicu kontroversi karena kemungkinan tidak diundang KTT Amerika. Amerika Serikat (AS) merasa disalahkan dalam rangka mengalihkan perhatian dari masalah hak asasi manusia (HAM) di Kuba.

Berbicara dalam Konferensi Amerika Latin, Kerri Hannan, asisten Menteri Luar Negeri untuk urusan belahan bumi barat (Western Hemisphere) mengatakan negara-negara yang tidak hadir pertemuan regional dengan alasan Kuba, Venezuela dan Nikaragua tidak diundang akan kehilangan kesempatan menjalin hubungan dengan AS.
Sejumlah pemimpin negara kemungkinan memboikot KTT 6-10 Juni tersebut, termasuk di antaranya Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. Hal ini dapat menjadi memalukan bagi Presiden Joe Biden, yang akan memimpin pertemuan di Los Angeles.

Gedung Putih menyebut pihaknya belum menyebarkan undangan dan menolak memberikan informasi lebih lanjut. Namun, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri pada April lalu menyampaikan Kuba, Venezuela dan Nikaragua kemungkinan tidak diundang lantaran tidak menunjukkan rasa hormat terhadap demokrasi.

Menambah kritik Kuba, Presiden Miguel Diaz-Canel pada Senin, 16 Mei 2022 mengatakan kepada parlemen, “negara yang tidak mampu mengakomodasi semua pihak harusnya didiskualifikasi sebagai tuan rumah”.

Johana Tablada de la Torre, Wakil Direktur Urusan AS di Kementerian Luar Negeri Kuba, membalas tuduhan Hannan dengan menyebut Kuba "tidak perlu mengalihkan perhatian" atau "campur tangan dalam politik internal negara lain".

Hannan dalam konferensi virtual menyatakan, "Orang-orang Kuba menyukai ini, mendapatkan perhatian yang mereka dapatkan karena tidak hadir.”

“Semakin mereka menyoroti kami dan menyebut kami orang jahat, mereka menghindari fakta bahwa mereka melakukan penindasan terhadap rakyatnya,” katanya, mengacu pada penindakan keras unjuk rasa Juli lalu.

"Mereka ingin pers membahas apakah kita mengundang mereka ke KTT. Kemunafikan dimainkan dengan baik di media,” tegasnya.

Pemerintahan Biden pekan ini mengumumkan pencabutan sebagian kebijakan Trump terkait pengiriman uang dan perjalanan ke pulau komunis tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Kuba pada Rabu, 18 Mei 2022 mengecam kebijakan AS terhadap pulau itu sebagai bentuk "permusuhan" dan "blokade ekonomi" berkelanjutan.

Lopez Obrador pun minggu lalu menyatakan tidak akan menghadiri KTT jika Kuba, Nikaragua dan Venezuela tidak diundang. Presiden Bolivia Luis Arce mengikuti jejaknya.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro kemungkinan juga tidak mengikuti pertemuan itu, namun tidak diketahui alasan pastinya. 

Senada, Presiden Guatemala Alejandro Giammattei pada Selasa, 17 Mei 2022 mengatakan tidak akan hadir, sehari setelah AS mengkritisi keputusannya menunjuk kembali jaksa agung yang memiliki keterkaitan dengan korupsi.

Pada Rabu Presiden Nikaragua Daniel Ortega menyampaikan pemerintahnya “tidak tertarik” menghadiri KTT. (Kaylina Ivani)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id