Ratusan Ilmuwan Khawatirkan Transmisi Covid-19 via Udara

    Willy Haryono - 06 Juli 2020 07:23 WIB
    Ratusan Ilmuwan Khawatirkan Transmisi Covid-19 via Udara
    Ilustrasi virus korona covid-19. (Foto: AFP)
    Maryland: Ratusan ilmuwan dari puluhan negara mengkhawatirkan risiko transmisi virus korona (covid-19) via udara. Mereka menilai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama ini kurang memerhatikan kemungkinan tersebut.

    Dalam sebuah surat terbuka yang akan dirilis pekan ini, 239 ilmuwan dari 32 negara menyerukan adanya penyelidikan mendalam mengenai kemungkinan menyebarnya covid-19 via udara. Mereka juga menyerukan agar negara-negara dunia mengimplementasikan sejumlah langkah terkait untuk meminimalisasi penyebaran tersebut.

    Dikutip dari Guardian, Minggu 5 Juli 2020, panduan WHO menyatakan bahwa covid-19 sebagian besar menular antar manusia melalui percikan cairan tubuh dan kontak langsung. Sementara untuk penyebaran via udara, WHO menyebutkan transmisi semacam itu melibatkan partikel covid-19 yang lebih kecil dan dapat bertahan di udara untuk waktu tertentu.

    Meski menyebutkan penularan lewat udara memang memungkinkan, WHO menyebut sebagian besar transmisi covid-19 terjadi melalui kontak langsung atau percikan cairan tubuh melalui batuk atau bersin. WHO menyebut langkah-langkah untuk mencegah transmisi udara tidak akan terlalu berpengaruh terhadap ancaman infeksi covid-19.

    Surat terbuka itu akan dirilis dalam jurnal Clinical Infectious Disease dengan dua penulis utamanya adalah Lidia Moraska, ilmuwan dari Queensland University of Technology di Brisbane, dan Donald Milton dari University of Maryland. Surat itu sudah didukung oleh lebih dari 200 ilmuwan, termasuk beberapa yang terlibat dalam pembuatan panduan WHO.

    Para ilmuwan mengatakan bahwa bukti-bukti terbaru, termasuk dari pabrik daging tempat terjadinya wabah covid-19, mengindikasikan bahwa transmisi udara mungkin harus lebih diperhatikan.

    Linsey Marr, seorang pakar virus di Virginia Tech, mengatakan kepada New York Times bahwa WHO mengandalkan studi dari sejumlah rumah sakit yang menyebutkan minimnya penyebaran covid-19 via udara. Ia menilai studi-studi tersebut cenderung meremehkan risiko transmisi udara, karena di sebagian besar ruangan tertutup, "sirkulasi udara biasanya jauh lebih rendah" dari area terbuka.

    WHO mengatakan beberapa prosedur medis, seperti intubasi, diketahui dapat meningkatkan risiko penularan covid-19 via udara. Namun di luar konteks tersebut, WHO menyebut bukti-bukti transmisi covid-19 via udara masih belum terlalu jelas.

    "Ini adalah isu yang masih diteliti secara aktif," ujar WHO.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id