Ajudan Trump Sebut Covid-19 Hanya Bisa Dikalahkan dengan Vaksin

    Willy Haryono - 27 Oktober 2020 08:49 WIB
    Ajudan Trump Sebut Covid-19 Hanya Bisa Dikalahkan dengan Vaksin
    Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows. (Oliver Douliery/AFP)
    Washington: Seorang ajudan senior Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa AS saat ini "belum dapat mengendalikan pandemi virus korona (covid-19). Mark Meadows, Kepala Staf Gedung Putih, mengatakan bahwa covid-19 hanya bisa dikalahkan dengan "beberapa area mitigasi" seperti vaksin.

    Pernyataan Meadows disampaikan pada Senin, 26 Oktober, saat rata-rata kasus harian covid-19 di AS terus melonjak menjelang pemilihan umum presiden pada 3 November mendatang.

    Dalam wawancara bersama CNN, Meadows mengatakan bahwa pengendalian covid-19 bukan target realistis untuk saat ini karena "virus tersebut menular seperti flu."

    Sekitar 225 ribu warga AS tewas akibat covid-19 sejak kemunculan pandemi. Sejauh ini, angka tersebut merupakan yang tertinggi di dunia.

    Berdasarkan data Johns Hopkins University (JHU), AS mencatat total 83.718 infeksi baru covid-19 pada Sabtu kemarin. Angka tersebut sedikit lebih kecil dari 83.757 pada satu hari sebelumnya.

    Sementara itu, Trump berencana melanjutkan tur kampanyenya. Ia telah berkampanye di North Carolinia, Ohio, dan Wisconsin pada Sabtu kemarin.

    Trump juga hadir dalam dua acara kampanye di Pennsylvania pada Senin, sebelum nantinya bertolak ke Michigan, Wisconsin dan Nebraska pada Selasa ini.

    Baca:  Melalui Debat Trump Sebut Vaksin Covid-19 Sudah Siap

    Wakil Presiden AS Mike Pence juga melanjutkan kampanye meski sempat melakukan kontak dekat dengan Marc Short, ajudan seniornya, yang terinfeksi covid-19. Kantor wapres AS menyatakan bahwa Pence dan istrinya, Karen, dinyatakan negatif covid-19 pada Minggu dan Senin.

    Selain Short, media AS melaporkan bahwa penasihat Pence bernama Marty Obst dan dua staf lainnya juga terinfeksi covid-19. Kemunculan beberapa kasus ini memicu pertanyaan mengenai protokol kesehatan covid-19 di Gedung Putih, tiga pekan usai Trump masuk rumah sakit akibat terjangit virus tersebut.

    Dari kubu Partai Demokrat, calon presiden Joe Biden tetap berada di rumahnya di Delaware sepanjang Senin. Ia dijadwalkan berkampanye di Georgia pada Selasa ini.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id