Saksi Remaja Menangis saat Ceritakan Momen Kematian George Floyd

    Willy Haryono - 31 Maret 2021 07:26 WIB
    Saksi Remaja Menangis saat Ceritakan Momen Kematian George Floyd
    Foto wajah George Floyd dipasang di pagar dekat tempat berlangsungnya persidangan terhadap polisi Derek Chauvin di Minneapolis pada Selasa, 30 Maret 2021. (SCOTT OLSON / Getty / AFP)



    Minneapolis: Seorang remaja yang rekaman videonya atas kematian George Floyd telah memicu aksi protes global mengaku "terus meminta maaf" kepada tidak berbuat banyak saat kejadian. Darnella, yang berusia 17 saat kejadian tahun lalu, adalah satu dari empat saksi muda yang bersaksi dalam sidang Derek Chauvin, polisi kulit putih yang dituduh membunuh Floyd.

    Dalam sebuah testimoni emosional, Darnella membandingkan Floyd dengan ayah, kakak, sepupu, dan pamannya "karena mereka semua orang kulit hitam."






    Darnella menceritakan bahwa dirinya sedang berjalan menuju sebuah toko makanan Cup Foods bersama sepupunya yang berumur sembilan tahun di Minneapolis, Amerika Serikat. Kala itu, mereka melihat ada seorang pria yang sedang ditahan polisi.

    Ia mengatakan kepada pengadilan bahwa dirinya mulai merekam dengan telepon genggam karena "saya melihat ada seorang yang pria ketakutan, memohon untuk diselamatkan. Dia terlihat kesakitan."

    Saat itu Darnella mengaku mendengar Floyd berkata, "saya tidak bisa bernapas." "Saat itu dia ketakutan, dia juga memanggil nama ibunya."

    Menyaksikan momen tersebut, Darnella terpukul. Ia mengaku kehidupannya berubah setelah melihat langsung seorang pria meninggal di hadapannya.

    "Saat melihat George Floyd saya seperti melihat ayah saya, kakak, sepupu, atau paman saya karena mereka semua berkulit hitam," tutur Darnella, dilansir dari laman BBC pada Rabu, 31 Maret 2021.

    "Dan saya rasa salah satu dari mereka juga bisa bernasib seperti itu," lanjutnya sembari menangis. Keterangan Darnella terdengar di pengadilan, namun wajahnya tidak diperlihatkan kepada dewan juri.

    "Saya terus meminta maaf kepada George Floyd karena tidak berbuat lebih saat itu," lanjutnya.

    Sepupu Darnella yang masih berusia 9 tahun saat kejadian juga bersaksi. Ia mengaku merasakan "kesedihan dan kemarahan" atas apa yang ia lihat.

    Beberapa saksi mata lain juga telah bersaksi dalam persidangan Chauvin. Mereka semua menceritakan momen-momen terakhir jelang kematian George Floyd.

    Sejauh ini, Chauvin dan pengacaranya menolak dakwaan pembunuhan. Pengacara Chauvin menyebut aksi menindih leher Floyd dengan lutut memang "tidak menarik namun diperlukan."

    Baca:  Saksi Ceritakan Detik-Detik Terakhir Meninggalnya George Floyd

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id