Jerman Sumbang Dana Rp41,25 Triliun untuk Kerja Sama Infrastruktur Hijau

    Marcheilla Ariesta - 05 Maret 2021 21:05 WIB
    Jerman Sumbang Dana Rp41,25 Triliun untuk Kerja Sama Infrastruktur Hijau
    RI-Jerman sepakat lanjutkan kerja sama infrastruktur hijau. Foto: Dok. KBRI Berlin.



    Berlin: Indonesia dan Jerman sepakat melakukan Kerja Sama “Inisiatif Indonesia – Jerman untuk Infrastruktur Hijau“. Kerja sama ini diarahkan pada proyek transformasi dan inovasi wilayah perkotaan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat emisi karbon di Indonesia. 

    Tekad Indonesia ini mendapat dukungan dari pemerintah Jerman. Implementasi kerja sama kedua negara resmi diluncurkan pada 4 Maret 2021.






    Peluncuran secara virtual dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Federal Urusan Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ), Gerd Muller.

    Dalam pidatonya, Luhut mengatakan sebagai sesama anggota G20, Indonesia dan Jerman telah mengimplementasikan bentuk tanggung jawab terhadap isu penting global, terutama terkait dengan perubahan iklim. Inisiatif ini juga bentuk sinkronisasi antara tantangan pengembangan wilayah perkotaaan dan komitmen untuk mengatasi masalah lingkungan. 

    "Keinginan kita untuk melakukan perbaikan lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan penyediaan fasilitas layanan yang lebih baik bagi masyarakat sudah tampak titik terangnya. Dalam waktu ke depan kita akan bisa saksikan bersama sungai-sungai yang lebih bersih, sampah laut berkurang, akses air bersih yang lebih luas bagi masyarakat, serta sarana transportasi publik yang lebih efektif dan lebih baik," kata Luhut, dikutip dari pernyataan KBRI Berlin, Jumat, 5 Maret 2021.

    Melalui kerja sama ini, Jerman akan memberikan dukungan pendanaan sebesar 2,5 miliar euro (setara Rp41,25 triliun). Pendanaan ini akan diberikan secara bertahap selama lima tahun melalui kemitraan dengan bank KfW - Bank Nasional Jerman untuk pendanaan pembangunan - serta dengan pihak GIZ. 

    Dalam kurun waktu sekitar satu tahun sejak penandatanganan kerja sama di Berlin tanggal 2 Oktober 2019, beberapa pencapaian telah diraih, seperti pembentukan Komite Pengarah (steering committee) dari kedua negara.

    Selain dukungan pendanaan, Program Inisiatif Infrastruktur Hijau ini juga diwujudkan melalui kerja sama alih teknologi, kampanye penyadaran publik, serta dialog pada tataran kebijakan antara kedua pemerintah. 

    Menteri BMZ Jerman, Gerd Muller menegaskan Jerman terkesan dengan strategi dan target yang ditetapkan Indonesia untuk mengurangi sampah laut sebesar 70 persen di 2025. Begitu pun program pengelolaan sanitasi, penyediaan air bersih, dan pembenahan sistem transportasi publik yang lebih efektif dan ramah lingkungan. 

    "Untuk negara yang memiliki jumlah pulau lebih dari 17 ribu, target-target tersebut sangat luar biasa dan perlu didukung. Indonesia memiliki peran penting dalam penanggulangan perubahan iklim. Indonesia memiliki 93 juta hektar hutan," seru Muller.

    Baca juga: RI-Jerman Dukung Transisi Energi Bersih

    "Saya berkesempatan meninjau hutan-hutan Indonesia yang bagi saya sangat menakjubkan. Untuk itu kita perlu bekerja sama. Lets work together closely and act quickly. Indonesia terbukti sebagai mitra handal dalam menyelesaikan berbagai permasalahan global," imbuhnya.

    Sementara itu, Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno menyampaikan tiga poin penting dari pelaksanaan kerja sama ini. Pertama, kerja sama ini merupakan refleksi dari hubungan dan kerja sama signifikan antara Indonesia dan Jerman yang memiliki latar belakang sejarah yang sangat panjang. 

    Kedua, inisiatif ini contoh konkret bagaimana kedua negara melakukan kerja sama nyata dalam mengatasi isu perubahan iklim. 

    "Ini sangat jarang, biasanya diskusi pembahasan perubahan iklim berakhir dengan diskusi berikutnya, dan demikian seterusnya. Tapi yang dilakukan Jerman dan Indonesia saat ini sangat konkret. Kebijakannya jelas, proyeknya jelas, targetnya jelas, langkah-langkahnya juga jelas," tutur Havas.

    Ia juga menyebutkan bahwa inisiatif ini merupakan contoh sangat baik dari implementasi kebijakan Indo-Pasifik Jerman di kawasan Asia. Havas berharap langkah Pemerintah Jerman ini akan diikuti oleh negara-negara Eropa lainnya, atau bahkan Uni Eropa secara keseluruhan. 

    "Bagi Indonesia yang menganut politik luar negeri bebas aktif, kerja sama ini juga menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk perluasan kerja sama dan bantuan pendanaan program kerja sama dari berbagai pihak," pungkasnya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id